Anwar & Nazar Dituduh Sekongkol Tutupi Korupsi KPU

Anwar & Nazar Dituduh Sekongkol Tutupi Korupsi KPU

- detikNews
Senin, 16 Mei 2005 15:33 WIB
Jakarta - Puluhan pemuda berdemonstrasi di depan Kejagung menuntut agar Ketua KPU Nazaruddin Sjamsuddin dan Ketua BPK Anwar Nasution ditangkap. Kedua orang ini dianggap sebagai aktor yang bersengkongkol untuk menutup-nutupi kasus korupsi yang terjadi di KPU.Para pemuda ini tergabung dalam wadah Gerakan Pemuda Kerakyatan (GPK) dan Gerakan Regenerasi Nasional. Mereka membawa dua karangan bunga sebagai simbol duka cita atas kasus korupsi yang sangat parah di Indonesia. Dalam dua karangan bunga tersebut tertulis nama Presiden SBY dan Wapres Yusuf Kalla."Kami menuntut Kejagung memeriksa dan menangkap semua anggota KPU yang telah melakukan penyimpangan dana Pemilu 2004. Anggota KPU tersebut termasuk Menkum dan HAM Hamid Awaluddin," kata Korlap GPK Mudatsir di depan Kejagung, Jl Hasanuddin, Jakarta Selatan, Senin (16/5/2005). Aksi ini berlangung sekitar 30 menit.Dua organisasi menilai terjadi konspirasi antara Anwar Nasution dan Nazaruddin Sjamsuddin yang telah memnghentikan proses audit dan investigasi terhadap penyimpangan anggaran Pemilu 2004."Ada 40 item indikasi penyelewengan, tapi baru selesai 5 item dan sudah dihentikan. Dihentikannya audit makin menunjukkan ada konpirasi antara Ketua KPU dan BPK untuk menutupi penyimpangan yang terjadi," ujar Mudatsir.Sebagai informasi, KPK sudah mendesak BPK untuk meneruskan audit yang belum diselesaikan. BPK selama ini sudah menyelesaikan audit 5 proyek pemilu. Masih ada 10 proyek pemilu lainnya yang belum ditangani. Sebelumnya, Anggota BPK Baharuddin Aritonang mengatakan, rapat BPK memutuskan untuk tidak melanjutkan audit karena data-data sudah disegel oleh KPK. Namun, setelah keluarnya pernyataannya ini, Ketua BPK menegaskan akan terus melanjutkan audit investigatif dana Pemilu 2004 di KPU. (atq/)


Berita Terkait