Dituduh Terlibat Pengeboman Myanmar, Thailand Terkejut
Senin, 16 Mei 2005 15:10 WIB
Jakarta - Pemerintah militer Myanmar menuding Thailand telah memasok bahan peledak untuk digunakan dalam aksi peledakan bom di negeri itu. Pemerintah Thailand sangat terkejut akan tuduhan itu.Yunta Myanmar menyatakan, bahan peledak tingkat militer digunakan dalam serangkaian pengeboman pada 7 Mei itu. Bom tersebut tidak terdapat di Myanmar.Demikian disampaikan Brigjen Kyaw Hsan, Menteri Dalam Negeri Myanmar seperti diberitakan kantor berita AFP, Senin (16/5/2005). Ia menyalahkan para teroris asing, termasuk sebuah kelompok di dekat perbatasan Thailand sebagai pelaku serangan yang menewaskan 19 orang itu."RDX itu ditemukan di negeri tetangga," ujar Kyaw Hsan mengacu ke Thailand. Menurutnya, bekas-bekas RDX ditemukan di lokasi ledakan. Diingatkannya, bahan peledak itu "hanya bisa diproduksi oleh negara-negara superpower untuk digunakan oleh militer mereka."Pernyataan ini langsung mengundang keterkejutan pemerintah Thai. "Kami terkejut dengan statemen itu," kata Perdana Menteri (PM) Thailand Thaksin Shinawatra. Ditegaskannya, Thailand tidak punya kebijakan untuk mencampuri urusan domestik negara-negara tetangga. "Kami tidak membiarkan siapa pun menggunakan wilayah Thai untuk menyerang negara-negara tetangga," imbuh Thaksin.Sedikitnya 19 orang tewas dalam tiga serangan bom di ibukota Yangon pada 7 Mei itu. Sebanyak 59 korban luka-luka hingga saat ini masih dirawat di rumah sakit.
(ita/)











































