Trip tersebut adalah 'Wisata Warisan Ahok'. Ada sejumlah titik lokasi yang dapat dikunjungi peserta untuk melihat 'warisan' Ahok tersebut. Mulai dari RPTRA Kalijodo, wisata Balai Kota tempat Ahok bekerja, hingga air mancur menari di Monumen Nasional (Monas).
Koordinator Wisata Warisan Ahok, Rahmi Sufiyah, mengatakan perjalanan wisata tersebut diselenggarakan hanya bulan ini. Hal itu terkait dengan berakhirnya masa pemerintahan Djarot Saiful Hidayat pada Oktober 2017.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rahmi menepis kabar 'Wisata Warisan Ahok' ini bermuatan politis. Ia mengatakan peserta ikut perjalanan karena ingin melihat langsung tempat yang dibangun pada masa Ahok hingga menuntaskan kerinduan terhadap Ahok.
"Selama mulai dibuka tur ini, belum ada yang chat ke saya atau bilang kalau ini politis. Sejak kita buka awal Minggu kemarin, sudah ada 35 hingga 48 orang yang ikut," kata Rahmi.
Wisata Warisan Ahok sendiri dibagi dalam dua pilihan, yakni Wisata Balai Kota-RPTRA Kalijodo dengan rute Balai Kota, Smart City Center, Masjid Balai Kota, hingga Kalijodo. Harganya Rp 50 ribu per orang.
Sedangkan untuk pilihan kedua, yakni wisata malam hari di Monas, dengan rute Lenggang Jakarta, Rumah Betawi, naik ke Puncak Monas, dan menyaksikan Air Mancur Joget. Harga paket wisata ini Rp 60 ribu per orang. (nkn/fay)










































