"Masak Gubernur jadi Tetua Timses? Sebagai kader loyal pasti membantu. Tetapi kalau ditetapkan Ketua Timses tidak boleh, nggak elok lah dan nggak etis," ujar Deddy di di Perumahan Jaka Kencana, Bekasi, Jabar, Selasa (5/9/2017).
"Nanti Ketua Timses harus mendaftar ke KPU, masa Gubernur jadi Ketua Timses pemilihan gubernur? Kalau pemilihan Presiden bolehlah, tapi jangan ketua timses untuk pemilihan Gubernur, nggak elok lah," tambah Wagub Jabar ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kang Aher kader partai loyal karena etika-etika beliau mengatakan akan bantu tapi jangan Ketua Timses. Beliau kan tidak cuti sampai Juni, kalau saya cuti sama Syaikhu. (Khawatirnya dibilang) gunakan fasiltas negara, (karena) jadi Ketua Timses. Jadi beliau menghindari hal tersebut," paparnya.
Deddy juga membantah alasan penolakan Aher menjadi Ketua Timses karena ada masalah dengan dirinya. "Nggak ada masalah," tutur Deddy singkat.
Kabar penolakan Aher menjadi Ketua Timses diungkapkan oleh DPD Gerindra Jabar. Aher pun hanya menjawab diplomatis saat dimintai tanggapan penolakan dirinya menjadi Ketua Timses.
(Baca juga: Aher Enggan Jadi Ketua Timses Deddy Mizwar-Syaikhu, Ini Alasannya)
"Kalau Timses, bukan menolak jadi Timses. Tapi, masalahnya adalah, jadi saat Timses itu kan saya jadi Gubernur aktif kan gitu. Kita menyukseskan oke, tapi menjadi Tim Sukses kan khawatir merepotkan nanti. Bisa aktifnya hanya Sabtu-Minggu saja," ujar Aher di Gedung BPPT, Jl MH Thamrin, Jakpus, Senin (4/9). (edo/dkp)











































