Pemerintah Tolak Beri Kompensasi BBM pada Korban Polio
Senin, 16 Mei 2005 13:54 WIB
Jakarta - Masyarakat yang menuntut pengucuran dana kompensasi BBM untuk korban polio harus gigit. Pemerintah menolak tuntutan tersebut. "Pemerintah tidak bisa memberikan kompensasi kepada semua yang sakit. Satu polio dikasih nanti semua orang yang sakit di Indonesia minta kompensasi, cacar iya, malaria iya," ungkap Wapres Jusuf Kalla di Istana Wapres, Jl. Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Senin, (16/5/2005).Namun, lanjut Kalla, pemerintah tidak akan lepas tangan begitu saja. Setidaknya pemerintah akan membantu dalam hal imunisasi massal yang akan dilakukan. Dan, untuk mengatasi penyebaran polio, Kalla meminta agar masyarakat mampu menjaga dirinya masing-masing. Selain meminta masyarakat menjaga kesehatannya, pemerintah juga akan bekerjasama dengan dunia internasional untuk mencegah penyebaran polio lebih luas lagi."Polio kan hanya satu pencegahannya yaitu imunisasi karena di dunia ini kita tidak bisa tertutup lagi. Jadi betul-betul kita harus kerjasama dengan dunia internasional," katanya.Langkah ini perlu dilakukan, karena setelah ditelusuri, penyebaran polio di Indonesia baru-baru ini terkait dengan aktivitas para TKI dan orang-orang Afrika di Indonesia."Kita bicara kemarin dari mana virus ini, karena itu virus Afrika. Jadi kira-kira dari mana orang Indonesia dapat virus dari Afrika," kata Kalla.Masalahnya, lanjut Kalla, sejauh ini jarang sekali orang Indonesia berkunjung ke Afrika. Padahal, dalam penyebaran virus polio tersebut hanya ada tiga kemungkinan, yakni saat naik haji, TKI ketemu TKI dan orang Afrika ke Indonesia yang tinggal di daerah yang sanitasinya kurang baik."Kalau naik haji sanitasinya baik. Lalu kenapa di Sukabumi? Mungkin saja ada persentuhan. Ini kan sedang diselidiki di mana tempatnya. Jadi ada persentuhan," kata Kalla.
(umi/)











































