Soal Tes Nuklir, Jepang Minta PBB Jatuhkan Sanksi ke Korut
Senin, 16 Mei 2005 11:38 WIB
Jakarta -
Konflik nuklir Korea Utara (Korut) kian memanas. Jepang mengancam akan meminta PBB untuk menjatuhkan sanksi ekonomi jika negeri komunis itu melakukan uji coba bom nuklir. Ancaman ini disampaikan Tokyo setelah Pyongyang mengklaim tengah bersiap untuk kembali memproduksi plutonium, yang akan digunakan untuk membuat senjata nuklir.Dikatakan Shinzo Abe, Sekjen Liberal Democratic Party, partai berkuasa Jepang, negeri Sakura itu menghadapi ancaman terbesar jika Korut dilengkapi dengan senjata nuklir. "Jika kepemilikan senjata nuklir Korut menjadi pasti dan Korut melakukan tes nuklir, misalnya, Jepang akan langsung membawa masalah ini ke PBB dan meminta sanksi terhadap Korut," ujar Abe.Menurutnya, jika Korut menggelar uji coba nuklir, maka tidak bisa dibayangkan untuk tidak menerapkan sanksi bagi negara Asia itu. Demikian menurut Abe pada stasiun televisi lokal, Asahi TV dan dilansir kantor berita Associated Press, Senin (16/5/2004).Belum lama ini, pejabat-pejabat AS mengungkapkan bahwa satelit-satelit yang ditempatkan di daerah Kilju, Korut memperlihatkan adanya pekerjaan penggalian terowongan, sebuah indikasi kuat akan adanya uji coba nuklir.Pekan lalu, pejabat Korut bahkan mengumumkan bahwa negaranya telah memindahkan 8 ribu batang bahan bakar dari kompleks nuklir Yongbyon. Jika diproses ulang, batang bahan bakar itu akan menghasilkan cukup plutonium untuk membuat dua bom atom. Wah!
(ita/)










































