DetikNews
Senin 04 September 2017, 17:34 WIB

Ini Alasan Polisi Belum Periksa Nama-nama yang Dicatut Saracen

Audrey Santoso - detikNews
Ini Alasan Polisi Belum Periksa Nama-nama yang Dicatut Saracen Sindikat Saracen penyebar isu SARA
Jakarta - Polri belum memeriksa satu pun orang-orang yang namanya tercantum dalam struktur kepengurusan Saracen. Kabag Penum Polri Kombes Martinus Sitompul menyampaikan penyidik belum menemukan fakta hukum yang namanya dicatut di situs penyebar ujaran kebencian, SARA, dan hoax tersebut.

"Sampai saat ini belum dipanggil karena belum ada fakta hukum yang mengaitkan (antara pihak-pihak yang namanya tercatut di struktur pengurus dengan kegiatan Saracen). Nanti dilihat fakta hukumnya. Kalau dilihat ada terkait dengan aliran rekening, misalnya, tentu kami akan mintai keterangan," kata Martinus di gedung Divisi Humas Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (4/9/2017).



Martinus mengatakan polisi masih melakukan penelusuran secara digital terhadap kegiatan Saracen. Hal itu bertujuan mengetahui masih ada atau tidaknya orang yang berperan menggerakkan kelompok tersebut.

Kemudian, lanjut Martinus, penyidik juga sedang menunggu hasil pemeriksaan rekening para tersangka dari Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).

"Kami masih melakukan jejak digital, kami sedang cari jejak digitalnya, juga sedang memintakan analisis terhadap beberapa rekening. Kami juga sedang menganalisa, mengekstrasi beberapa data yang ada di laptop, SIM card, itu kami data," jelas Martinus.

Martinus menyiratkan pengembangan kasus dapat melahirkan tersangka baru karena polisi menyasar pihak-pihak yang terlibat dalam memproduksi dan mendistribusikan produk jasa Saracen.

"Kalau potensi tersangka dari kelompok Saracen bisa saja karena kami melihat bahwa mereka yang ada dalam kelompok, yang membuat membuat ada, ada juga yang memproduksi lalu mendistribusikan," terang Martinus.



Dalam kasus penyebaran ujaran kebencian, isu SARA, dan hoax oleh Saracen, polisi telah menetapkan 4 orang sebagai tersangka. Mereka berinisial SRN, JAS, MFT, dan yang terakhir ditangkap berinisial MAH.

Karo Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Rikwanto menyebut nama Rizal Kobar terlibat dalam kegiatan Saracen. Rizal Kobar adalah terpidana kasus ujaran kebencian yang ditangkap bersama tersangka makar Sri Bintang Pamungkas cs pada 2 Desember 2016.

Polisi menyebut Rizal berperan sebagai salah satu anggota dewan pakar dalam kepengurusan kelompok Saracen.
(aud/rvk)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed