Newsweek Minta Maaf Keliru Beritakan Pelecehan Al Quran
Senin, 16 Mei 2005 07:41 WIB
Jakarta - Mengaku khilaf, majalah Newsweek minta maaf telah keliru memberitakan pelecehan Al Quran yang dilakukan interogator AS di penjara Guantanamo terhadap tahanan Afghanistan."Kami menyesal ketika mendapatkan beberapa bagian dalam cerita itu ternyata salah," kata Editor Newsweek Mark Whitaker dalam suratnya kepada pembaca seperti dilaporkan AP, Senin (16/5/2005).Whitaker juga menyampaikan simpati terhadap korban tewas akibat kekerasan saat melakukan protes di Afghanistan, juga kepada para tentara AS yang ditangkap di Timur Tengah akibat pemberitaan pada 9 Mei 2005 tersebut.Sebanyak 15 orang tewas dan sejumlah orang terluka dalam aksi bentrokan antara demonstran dengan pasukan keamanan Afghanistan. Demonstran mendesak AS memenuhi janjinya untuk melakukan investigasi terhadap para interogator tersebut.Dalam terbitan edisi 9 Mei 2005, Newsweek melaporkan, investigator militer AS menemukan bukti bahwa interogator AS menempatkan kopian Al Quran ke kamar mandi dan membuangnya di toilet untuk menekan tahanan agar buka mulut.Whitaker menuliskan, informasi itu diperoleh dari sumber yang dapat dipercaya dalam pemerintahan AS. Sebelum mempublikasikan tulisan tersebut penulisnya, Michael Isikoff dan John Barry, mencari komentar dari dua pejabat Departemen Pertahanan AS. Satu orang menolak berkomentar, satunya lagi tidak membantah.Kepala Biro Washington Newsweek Daniel Klaidman mengatakan pihaknya telah melakukan kekeliruan saat melaporkan seorang penjaga penjara mencoba membuang Al Quran di toilet dan investigator militer telah dikonfirmasi mengenai tuduhan tersebut."Pokok persoalannya adalah untuk mendapatkan kebenaran, untuk memberitakan secepatnya apa yang terjadi. Itulah yang kami coba saat itu," katanya dalam acara televisi CBS Evening News.Berita Newsweek tersebut memicu amarah kaum Muslim di dunia. Aksi demonstrasi pun merebak di Afghanistan. Para pemimpin Islam berkumpul dan mendesak agar pelaku pelecehan Al Quran dihukum.Tercatat ada 520 tahanan di penjara Guantanamo yang memeluk agama Islam. Mereka ditangkap dan ditahan sewaktu AS memerangi Taliban dan sekutunya Al Qaeda di Afghanistan.
(sss/)











































