Hotel Arkan Bakkah di kawasan Mahbas Jin, Aziziyah misalnya. Dari jauh, gedung pencakar langit yang memiliki 1.000-an kamar ini tampak gagah. Nah, dari dekat, hotel ternodai jemuran yang melambai di jendela lantai atas. Rok, mukena, hingga daster melambai tertiup angin.
Foto-foto situasi di Arkan Bakkah diambil menjelang puncak haji akhir Agustus 2017. Pada puncak haji, jemaah dibawa ke Arafah untuk wukuf, Muzdalifah, dan tenda di Mina. Hari ini, Senin (4/9/2017), mereka kembali ke hotel.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kembali ke soal jemuran, cuaca panas di Mekah memang jadi alat pengering paling ampuh. 1-2 jam dijemur di luar, jemuran dijamin kering. Bahkan di beberapa tempat tertentu, yang memang langsung terkena sinar matahari, 30 menit saja jemuran bisa langsung garing.
Selama di hotel, biasanya jemaah juga berlaku seperti di rumah atau penginapan biasa. Ada yang tiduran di lorong, ada yang istirahat sekenanya di dalam kamar. Ada juga yang menjemur pakaian dan daleman.
Foto: Hotel Arkan Bakkah. (Triono Wahyu Sudibyo/detikcom). |
Tak ada petugas hotel yang menegur aktivitas itu. Asalkan masih dalam batas wajar atau tidak merusak fasilitas, apapun diizinkan.
Tahun ini, jemaah haji dari berbagai negara mencapai 3 juta orang. Hotel di Mekah penuh sesak. Indonesia, negara pengirim jemaah haji terbanyak di dunia, menyumbang 221 ribu dalam jumlah tersebut. Pekan ini, mereka mulai berangsur meninggalkan Mekah. Sisanya bergeser ke Madinah untuk melaksanakan ibadah arbain (salat 5 waktu tanpa putus 40 kali). (elz/elz)












































Foto: Hotel Arkan Bakkah. (Triono Wahyu Sudibyo/detikcom).