Sesuai jadwal, jemaah haji Indonesia melempar jumrah pertama pada Jumat (1/9). Mereka bergerak secara bergelombang sejak siang. Sejumlah jemaah tumbang di terowongan Mina. Bahkan sebelum mereka melempar jumrah.
Tidak sedikit jemaah digendong petugas haji karena tidak ada kursi roda. Mobil atau ambulans dilarang masuk. Petugas haji dari unsur Perlindungan Jemaah (linjam), tim medis, hingga Media Center Haji (MCH) bolak-balik mengangkut jemaah dengan atau tanpa alat. Ada juga yang menggunakan kain ihram.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Insiden jemaah tumbang tak terjadi pada prosesi melempar jumrah kedua. "Alhamdulillah hari ini lancar. Jemaah patuh jadwal melempar jumrah," kata Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin usai mengecek Klinik Kesehatan Haji Indonesia di Mina, Sabtu (2/9/2017) malam.
Lukman mengatakan, saat ini ada 18-20 jemaah yang dirawat di KKHI. Sementara kapasitas klinik 40 bed.
"Semua tertangani dengan baik," jelas Lukman.
Prosesi melempar jumrah dilakukan 3 kali dan akan berakhir, Minggu (3/9). Selanjutnya jemaah akan melaksakan tawaf dan sai di Masjidil Haram. (try/nvl)











































