Saksi Mata: 500 Orang Tewas dalam Kerusuhan di Uzbekistan
Minggu, 15 Mei 2005 15:00 WIB
Jakarta -
Korban tewas akibat kerusuhan berdarah di Ferghana, Andizhan, Uzbekistan, diperkirakan mencapai 500 orang. Ini menurut seorang dokter yang melihat tumpukan mayat di halaman sekolah di Andizhan, tempat militer mengobral tembakan ke arah demonstran.Dokter tersebut, yang dihubungi kantor berita The Associated Press melalui telepon, Minggu (15/5/2005), menyatakan telah melihat tumpukan mayat itu. Warga berdatangan ke Sekolah Andizhan Nomer 15 itu untuk mengidentifikasi keluarganya yang menjadi korban. Pasukan militer kini menjaga sekolah itu.Si dokter tersebut juga memperkirakan 2.000 orang terluka dalam kerusuhan yang terjadi Jumat (13/5/200) kemarin itu. Ia, yang berbicara dalam kondisi anonim karena takut keselamatannya terancam, menyatakan sebagian besar wartawan telah meninggalkan Andizhan setelah beberapa rekannya ditahan aparat kepolisian.Sebelumnya para saksi memperkirakan jumlah korban tewas dalam kerusuhan ini sekitar 200 sampai 300 orang. Perkiraan ini, antara lain, dari Kelompok HAM Apelyatsiya yang menyebutkan sekitar 300 mayat telah dibawa dengan truk dan bus hari Sabtu pagi.Menyusul insiden itu ribuan warga Uzbekistan menyerbu Kirgistan dan membakar sebuah bangunan pemerintah serta menyerang penjaga perbatasan. Belum ada laporan tentang jumlah korban dalam kerusuhan susulan ini.Seperti diberitakan, kerusuhan di Uzbekistan diawali dari aksi-aksi protes damai menentang penahanan 23 pengusaha yang dituduh berniat membentuk kelompok terlarang bernama Akromiya. Kemudian, pada hari Jumat, sekelompok orang bersenjata menyerbu penjara dan membebaskan para tahanan itu beserta sekitar 2.000 tahanan lainnya. Mereka kemudian menduduki gedung-gedung pemerintahan dan menyekap para pegawainya. Aksi massa pun mulai tak terkendali. Gedung dan mobil-mobil dibakar, toko-toko dirusak. Baru menjelang magrib aparat militer menyerbu kota dan menembaki para pengunjuk rasa yang berkumpul di alun-alun kota. Ketegangan sudah mereda pada Sabtu (14/5/2005) kemarin.
(gtp/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































