Tolak PHK Massal, Karyawan BBC akan Mogok Empat Hari
Minggu, 15 Mei 2005 13:37 WIB
Jakarta - Wartawan dan karyawan British Broadcasting Corporation (BBC) akan menggelar mogok massal selama empat hari. Aksi digelar untuk memprotes rencana privatisasi dan pemutusan kerja (PHK) terhadap 3.780 karyawan di media penyiaran terkemuka yang bermarkas di Inggris itu.Keputusan mogok ini dirancang tiga serikat pekerja di BBC, yakni Bectu (Broadcasting Entertainment Cinematograph and Theatre Union (Bectu), NUJ (National Union of Journalist), dan Amicus. Rencana mogok ini diumumkan setelah perwakilan serikat pekerja BBC memilih melakukan pemogokan terkait perselisihan dengan pihak manajemen.Menurut situs bectu. org.uk, aksi mogok yang pertama akan digelar Senin 23 Mei mendatang. Pemogokan akan dilakukan selama 24 jam dari Senin dini hari sampai dini hari berikutnya. Aksi berikutnya digelar pada 31 Mei dan 1 Juni, dan satu hari pada pekan berikutnya. Perwakilan pekerja akan bertemu pada awal Juni untuk menentukan tanggal aksi berikutnya.Pengumuman untuk menggelar aksi mogok seminggu sebelum pelaksanaan ini sesuai UU di Inggris. Ini untuk memberi kesempatan kepada perusahaan mempersiapkan diri. Sementara itu, pengurus serikat buruh dan aktivis buruh BBC bersiap mengorganisasi anggotanya untuk mogok.Luke Crawley, pemimpin Bectu BBC, menyatakan aksi mogok untuk memaksa manajemen BBC agar mau bernegosiasi dengan serikat buruh. "Kami tidak bisa membuang waktu untuk berkonsultasi, kita butuh tindakan bagaimana menghentikan rencana PHK ini," katanya.Menurut Paul McManus, pengurus Bectu dari Skotlandia, aksi untuk menunjukkan keseriusan karyawan BBC dalam memperjuangkan haknya. "Jika aksi ini tidak menimbulkan dampak yang diinginkan, kami akan menggelar aksi yang lebih besar," katanya.McManus, sebagaimana dikutip Sundayherald.com, Minggu (15/5/2005), membantah anggapan aksi ini kurang berdampak karena hanya sepertiga dari karyawan BBC yang merupakan anggota serikat buruh. "Saya sangat yakin mayoritas dari karyawan akan mendukung aksi ini," katanya.Sementara Gerry Morrissey menyatakan, Asisten Sekjen Bectu, mengharapkan besarnya dukungan karyawan BBC dalams aksi ini. Dengan dukungan yang besar itu diharapkan manajemen mau kembali berunding untuk membatalkan PHK massal yang direncanakan Direktur Umum BBC Mark Thompson ini.Anggota serikat buruh Bectu, NUJ, dan Amicus memilih untuk melakukan aksi mogok setelah manajemen BBC menolak tuntutan mereka. Menyusul rencana PHK massal ini serikat buruh menuntut jeda 90 hari untuk perundingan; jaminan bahwa semua PHK akan sukarela; dan melindungi syarat-syarat untuk pekerjaan yang dilakukan tenaga luar.Manajemen BBC sendiri berulangkali menyatakan menyesalkan rencana mogok ini. Namun BBC tetap pada putusannya menolak tuntutan karyawan.
(gtp/)











































