"Kami akan kaji. Kalau ada dampak positif atasi kemacetan, why not? Karena warga Jakarta selama ini menginginkan terbebas dari kemacetan," ujar Sandiaga Uno setelah menghadiri pernikahan putra Kepala BIN Jenderal Budi Gunawan, Vino, dan putri Kepala BNN Komjen Budi Waseso, Nindy, di Hotel Bidakara, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Sabtu (2/9/2017).
Menurut Sandi, kehadiran supeltas sendiri memang ditujukan untuk mengurangi kemacetan di Jakarta. Namun Sandi akan melihat ke data-data terkait sebelum menentukan apakah akan menggaji supeltas atau tidak.
"Kita harus berbasis data. Sudah saya sampaikan ke Pokja Smart City untuk melihat bagaimana kehadiran supeltas di titik kemacetan itu bisa menghadirkan dampak yang berbasis data karena semua kebijakan berbasis data," tutur Sandi.
Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat menegaskan Pemprov DKI tidak akan mengalokasikan dana untuk supeltas. Djarot beralasan dana untuk mereka tidak ada dalam struktur anggaran.
"Pertama, tidak ada dalam struktur anggaran, anggaran kita ketat ya. Semuanya melalui bugdeting, ada dari pengajuan sebelumnya dan dialokasikan," kata Djarot. (gbr/rna)











































