Salat Idul Adha digelar di Queens Park Community School, Londong, Inggris, Jumat (1/9/2017) pukul 10.30 waktu setempat. 296 orang yang terdiri dari staf KBRI London serta masyarakat Indonesia yang tinggal di London dan sekitarnya ikut dalam salat itu.
Rizal menuturkan memang suasana Idul Adha di London sangat jauh berbeda karena bukan negara mayoritas muslim. Kehadiran 296 orang yang mengikuti salat Id itu merupakan jumlah yang banyak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Suasana Salat Idul Adha di London Foto: Dok. KBRI London |
Selepas salat, jemaah saling bersalaman dan mengucapkan selamat. Hal itu membuat suasana hangat antarmasyarakat muslim Indonesia semakin terasa.
"Suasana ini terlihat dimana warga masyarakat tampak saling bersalaman sambil mengungkapkan ucapan selamat dan permohonan maaf satu sama lain," jelas Rizal.
Khatib dan Imam Salat Idul Adha di London Foto: Dok. KBRI London |
Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI London, Profesor Endang Aminudin Azis menjadi imam sekaligus khatib dalam kesempatan itu. Azis menyampaikan berkurban bukan hanya dimaknai dengan potong hewan kambing atau sapi. Melainkan juga untuk selalu berkontribusi membagikan ilmu, pengalaman, tenaga untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
"Berbagi dengan khususnya kalangan yang kurang beruntung baik dari segi finansial maupun yang memiliki keterbatasan dalam hal akses terhadap pendidikan dan ilmu pengetahuan," kata Aziz dalam khotbahnya. (lkw/idh)












































Suasana Salat Idul Adha di London Foto: Dok. KBRI London
Khatib dan Imam Salat Idul Adha di London Foto: Dok. KBRI London