Melihat Suasana Kekeluargaan Perayaan Idul Adha WNI di London

Melihat Suasana Kekeluargaan Perayaan Idul Adha WNI di London

Hary Lukita Wardani - detikNews
Sabtu, 02 Sep 2017 05:59 WIB
Melihat Suasana Kekeluargaan Perayaan Idul Adha WNI di London
Suasana Salat Idul Adha di London/ Foto: Dok. KBRI London
Jakarta - Perayaan Idul Adha 1438 Hijriah bukanlah hari libur di London, Inggris. Kendati demikian, Duta Besar RI untuk Kerajaan Inggris dan Irlandia, Dr Rizal Sukma mengatakan suasana kekeluargaan dan kebersamaan tetap dirasakan.

Salat Idul Adha digelar di Queens Park Community School, Londong, Inggris, Jumat (1/9/2017) pukul 10.30 waktu setempat. 296 orang yang terdiri dari staf KBRI London serta masyarakat Indonesia yang tinggal di London dan sekitarnya ikut dalam salat itu.

Rizal menuturkan memang suasana Idul Adha di London sangat jauh berbeda karena bukan negara mayoritas muslim. Kehadiran 296 orang yang mengikuti salat Id itu merupakan jumlah yang banyak.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Suasana kekeluargaan dan kebersamaan tetap dapat dirasakan dalam momen Idul Adha 1438H walaupun jumlah masyakarat Indonesia yang hadir tidak sebanyak pada saat Idul Fitri 1438H yang jatuh pada bulan Juni, pada saat sekolah dan kantor-kantor banyak yang libur di Inggris," ujar Rizal dalam kerterangan tertulis yang diterima detikcom, Sabtu (2/9/2017).

Suasana Salat Idul Adha di LondonSuasana Salat Idul Adha di London Foto: Dok. KBRI London


Selepas salat, jemaah saling bersalaman dan mengucapkan selamat. Hal itu membuat suasana hangat antarmasyarakat muslim Indonesia semakin terasa.

"Suasana ini terlihat dimana warga masyarakat tampak saling bersalaman sambil mengungkapkan ucapan selamat dan permohonan maaf satu sama lain," jelas Rizal.

Khatib dan Imam Salat Idul Adha di LondonKhatib dan Imam Salat Idul Adha di London Foto: Dok. KBRI London


Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI London, Profesor Endang Aminudin Azis menjadi imam sekaligus khatib dalam kesempatan itu. Azis menyampaikan berkurban bukan hanya dimaknai dengan potong hewan kambing atau sapi. Melainkan juga untuk selalu berkontribusi membagikan ilmu, pengalaman, tenaga untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

"Berbagi dengan khususnya kalangan yang kurang beruntung baik dari segi finansial maupun yang memiliki keterbatasan dalam hal akses terhadap pendidikan dan ilmu pengetahuan," kata Aziz dalam khotbahnya. (lkw/idh)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads