Curhat Porter Bandara Cengkareng yang Kini Gratis: Semangatnya Beda

Nur Indah Fatmawati - detikNews
Jumat, 01 Sep 2017 22:37 WIB
Foto: Suasana di Bandara Soekarno-Hatta. (Nur Indah-detikcom)
Jakarta - PT Angkasa Pura menggratiskan layanan jasa airport helper atau porter di Bandara Soekarno-Hatta. Bagi sebagaian porter, kebijakan ini membuat semangat kerja menjadi berbeda dibanding sebelumnya.

"Beda sih semangatnya dari kemarin. Kalau kemarin kita ada usahanya nawarin. Kalau ini kan kita nawarin nggak boleh. Tergantung penumpangnya mau apa nggak. Cuma ngebilangin kalau sekarang gratis. Kan nggak tahu mereka. Tapi kan kita nggak bisa maksain. Ada yang nggak mau dibantu, kan kita nggak tahu," ucap seorang airport helper, Randi, di Bandara Soekarno-Hatta, Jumat (1/9/2017).

Menurutnya, ada beberapa hal yang butuh penyesuaian. Misalnya soal beban kerja dan jam istirahat. Sistem shift yang diterapkan dengan gaji bulanan membuat mereka 'tak enak' jika tak bergerak.

"Ini masih pada kebingungan, kan baru. Dulu bebas. Kalau sekarang kan nggak ada aturan. Kalau digaji kan kita nggak enak (kalau diam)," lanjut Randi yang baru setahun menggeluti pekerjaan itu.

Curhat Porter Bandara Cengkareng yang Kini Gratis: Semangatnya BedaFoto: Suasana di Bandara Soekarno-Hatta. (Nur Indah-detikcom)

Jika sebelumnya mereka mendapat upah dari penumpang, kini menerima tip pun dilarang keras. Bahkan ada sanksi pemecatan jika terbukti menerima.

"sekarang sudah nggak setoran. Ini baru mulai. Ya, enak nggak enak. Kalau ketahuan ngasih gitu penumpang, risikonya langsung out (pemecatan)," ujarnya.

Per 1 September 2017, PT Angkasa Pura Solusi, yang merupakan anak perusahaan PT Angkasa Pura II, mengatur pendapatan dari para porter yang selama ini mengandalkan tip dan target. Airport helper dan pengumpul troli ini akan digaji sesuai dengan UMR sehingga kini penumpang di bandara Soekarno-Hatta sudah tidak perlu membayar tip untuk mendapat bantuan mengangkut barang bawaannya.

Namun, para airport helper menyatakan aturan baru itu belum ditetapkan. Saat ini keputusan soal upah masih digodok.

"Gaji dari AP II itu belum. Masih digodok. Belum ketahuan. Harapannya UMR juga, Alhamdulillah. Asal nggak di bawah UMR saja. Dulu 1,5 juta. Itu kalau memenuhi target," kata Subur yang sudah bekerja sejak 2008 sebagai porter.

Curhat Porter Bandara Cengkareng yang Kini Gratis: Semangatnya BedaFoto: Suasana di Bandara Soekarno-Hatta. (Nur Indah-detikcom)

Dulu, komisi Rp 1,5 juta baru diperoleh jika mereka berhasil menyetor Rp 100 ribu per hari secara rutin dalam jangka waktu sebulan. Dalam durasi shift 8 jam kerja, ada sekitar 30-32 orang yang harus berkompetisi.

"Yang dulu sih bebas. Cuma patokan dari pukul 04.00 WIB sampai pukul 12.00. Tapi kalau kita mampu cari duit Rp 150 ribu, memenuhi target, bebas mau pulang jam berapa. Walau kita baru satu jam, ya nggak papa," kata porter lainnya, Jaja Jaenal.

Menurut Jaja, bisa jadi beban kerja nantinya lebih besar jika penumpang tahu layanan tersebut gratis. Mereka juga dibebani durasi kerja selama 8 jam penuh.

"Kalau memang di sini kerjanya 2 orang sampai 3 orang ya berat. Kalau sistem gaji sih, ya memang itu kerjaan kita. Nggak begitu (santai). Kalau kerja kan konsisten. Kalau memang lagi ada yang mau dibantuain, ya bantuin, kalau nggak ada, ya nggak usah," pungkas Jaja yang sudah jadi porter selama 9 tahun. (nif/idh)