Jembatan Ambrol, Kendaraan Dialihkan ke Jalur Timur Sumatera

Jembatan Ambrol, Kendaraan Dialihkan ke Jalur Timur Sumatera

- detikNews
Sabtu, 14 Mei 2005 21:15 WIB
Palembang - Jembatan Air Lingsin di Kikim Tengah Lahat Sumsel ambrol. Akibatnya jalur lintas tengah Sumatera tak dapat dilalui. Kendaraan dari Bengkulu, Sumatra Barat atau Palembang yang biasanya melalui jalur itu dialihkan ke jalur lintas timur Sumatera.Kepala Kepolisian Resort Lahat, AKBP Eko Indra Heri menyatakan, pihaknya sudah mengalihkan kendaraan yang biasa melalui jalur sepanjang 67 kilometer tersebut ke jalur lain. "Langkah ini diambil setelah berkoordinasi dengan kepolisian di Muaraenim dan Musirawas dan Lubuklinggau," kata Eko saat dihubungi di Lahat, Sabtu (14/5/2005).Dijelaskan Eko, kendaraan berat dan kendaraan angkutan penumpang berukuran besar diminta memilih jalur Jalan Lintas Timur Sumatra (Jalintim). Pasca putusnya jembatan itu, khusus kedua jenis kendaraan ini telah diblokir.Sedangkan untuk kendaraan pribadi dan kendaraan truk dan bus kecil yang ingin menuju Tebingtinggi dan Lubuklingau serta Musirawas masih diperbolehkan lewat karena dapat memilih jalan alternatif melalui Pagaralam, Jarai, Muarapinang, Pendopo, Talangpadang, dan Tebingtinggi. Jarak tempuhnya sepanjang 190 km. Jalan ini cukup layak di lalui jenis kendaraan pribadi dan truk.Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Sumatra Selatan Dharna Dachlan saat mengatakan pihaknya masih melakukan pendataan mengenai kasus tersebut. Runtuhnya jembatan diduga akibat tidak mampu menahan tonase yang berlebihan. Diketahui, ada tujuh kendaraan berat melintas secara bersamaan di atas jembatan tua tersebut. Padahal masing-masing kendaraan besar tersebut memiliki tonase puluhan ton.Disinggung mengenai siapa bertanggungjawab atas kerusakan jembatan tersebut Dharna belum bisa memberikan kepastian sebab masih dalam penyelidikan. "Saat ini belum bisa menentukan siapa yang harus bertanggung jawab," katanya.Ditambahkannya, kasus runtuhnya jembatan tersebut sudah dilaporkan ke Menteri Pekerjaan Umum dan meminta bantuan rangka baja bentang 60 meter yang gunanya untuk membangun jembatan itu kembali. "Kita sudah minta bantuan pusat pengadaan rangka baja bentang 60 meter. Kalau yang digunakan sekarang jenis CH (Calender Hamilton), tapi kita belum tahu tipe apa yang akan dikirim. Tergantung pusat," kata Dharna. (mar/)


Berita Terkait