DetikNews
Jumat 01 September 2017, 11:49 WIB

Tak Cuma Jokowi, Bung Karno dan Pak Harto Juga Pernah Diberi Kuda

Sudrajat - detikNews
Tak Cuma Jokowi, Bung Karno dan Pak Harto Juga Pernah Diberi Kuda Presiden Soeharto tengah mencoba kuda hadiah dari Presiden Nazarbayev. (Repro buku)
Jakarta - Selama ini, peternakan di Tapos, Bogor, yang dikembangkan Presiden Soeharto lebih dikenal sebagai pusat pembibitan dan pengembangbiakan sapi jenis unggul. Padahal di sana juga ada beberapa ekor kuda milik Soeharto, meski bukan untuk diternakkan.

"Sebenarnya Pak Harto suka kuda. Dulu sempat didatangkan beberapa kuda dari luar negeri. Kandangnya pun dibuat khusus, tapi tak lama kemudian kuda-kuda itu mati," tulis I Made Soewecha, koordinator PT Rejo Sari Bumi, Tapos, sejak 1974.

Di hadapan sejumlah orang yang berkunjung ke Tapos, Soeharto pernah mengomentari kematian kuda-kuda koleksinya itu. "Ya sudah, kalau orang yang memelihara tidak suka kuda, ya mati semua."

Dalam buku 'Pak Harto The Untold Story' terbitan Gramedia, 2013, Soewecha, yang sehari-hari dipercaya merawat kuda-kuda itu, mengaku tidak menyukai kuda. Alasannya, bila dia mengontrol masyarakat desa di sekitar Tapos yang bekerja di peternakan dengan naik kuda, "Terbayang rasanya seperti orang Belanda di zaman penjajahan. Itu yang tidak saya suka."

Mungkin karena tahu Soeharto menyukai kuda, saat berkunjung ke Kazakhstan, pada 6-8 April 1995, dia menerima hadiah seekor kuda dari Presiden Nazarbayev. Soeharto sempat menunggangi kuda hadiahnya itu bersama Nazarbayev.

Hampir 30 tahun sebelumnya, Presiden Sukarno juga pernah menerima hadiah kuda. Pemberinya bukan setingkat kepala negara, seperti Nazarbayev, melainkan petani di Uzbekistan. Sejarawan MF Mukthi mengungkapkan cerita ini ada dalam artikelnya, 'Sukarno: Uzbekistan Jauh di Mata Dekat di Hati'.
Tak Cuma Jokowi, Bung Karno dan Pak Harto Juga Pernah Diberi KudaPresiden Sukarno menerima kuda Karabair pemberian dari A. Matkabulov, Ketua Pertanian Kzyl-Uzbekistan.

Alkisah, di sela kunjungannya ke Uni Soviet pada 1956, Sukarno sempat meninjau pertanian dan perkebunan di Kzyl-Uzbekistan. Setelah berkeliling dan beraudiensi dengan petani-petani di sana, ia dan rombongan mendapat jamuan makan siang. Selepas makan, suasana makin cair ketika mereka mendapat suguhan orkes yang memainkan musik tradisional plus tarian lokal. Para tamu Indonesia ikut menari bersama. Presiden Sukarno tampak gembira sambil memainkan sebuah alat musik tabuh mirip rebana.

"Sebagai tanda mata, A. Matkabulov, Ketua Pertanian Kzyl-Uzbekistan, menghadiahkan seekor kuda Karabair kepada Sukarno," tulis Mukthi. Dalam artikel yang dimuat di Historia, 6 April 2016, ia tak menjelaskan kelanjutan nasib si kuda Karabair.

Sedangkan kuda hadiah dari Nazarbayev kepada Soeharto dipastikan sudah mati di peternakan Tapos, seperti disampaikan I Made Soewecha di awal tulisan.
(jat/bag)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed