Mulyana Tolak Tanggapi Hamdani Soal Dana Taktis

Mulyana Tolak Tanggapi Hamdani Soal Dana Taktis

- detikNews
Sabtu, 14 Mei 2005 17:50 WIB
Jakarta - Mulyana W Kusumah, tersangka kasus suap auditor BPK, menolak berkomentar soal distribusi dana taktis KPU. Mulyana mengaku sama sekali tidak tahu soal keberadaan dana tersebut.Pernyataan Mulyana ini disampaikan kuasa hukumnya Sirra Prayuna di Rutan Salemba, Jl. Percetakan Negara, Jakarta, Sabtu, (14/5/2005).Berdasarkan penjelasan yang disampaikan Mulyana saat dikonfirmasi, kata Sirra, Mulyana tetap bersikukuh tidak tahu menahu soal pembagian dana taktis ke seluruh anggota, staff dan pegawai KPU."Kami tidak ingin terjebak kedua kali dalam wacana dana taktis yang dibangun tim kuasa hukum Hamdani (Kabiro Keuangan KPU Hamdani Amin)," kata Sirra.Soal itu, lanjutnya, biar pengadilan saja yang mengungkapkannya. "Kita lihat saja nanti di pengadilan. Kan terungkap juga nanti," ujarnya.Menurut Sirra, dia telah mengkonfirmasikan pengakuan Hamdani kepada penyidik KPK Jumat (13/5/2005) malam kepada Mulyana. Hasilnya, sikap Mulyana sama sekali tidak berubah. "Klien saya menolak mengomentari hal itu. Dia juga tidak tahu tentang keberadaan dana taktis dan baru mengetahuinya dari pemberitaan media massa tentang hasil pemeriksaan Hamdani," kata dia.Mulyana, seperti yang dikutip Sira, juga menjelaskan, dirinya tidak pernah sepeser pun menerima bagian dari dana taktis itu. "Kita tidak mau bertarung dalam konteks itu dan tidak akan perhitungkan jabatan Hamdani. Ada data dan fakta yang akan kami sampaikan di pengadilan nanti," katanya.Sira juga mengatakan, Mulyana mengakui telah menerima honor-honor pokja sebagaimana pengakuan mantan anggota KPU yang kini menjabat sebagai Menkum dan HAM Hamid Awaluddin. Namun, penerimaan dana tersebut selalu disertai formulir tanda terima yang ditandatangani Hamdani Amin.Dengan demikian, pertanggungjawaban administrasinya dapat dibuktikan dengan mudah. Sirra juga mengatakan, Mulyana merasa terpojok dengan pengakuan Hamdani, terlebih dengan adanya pengakuan Ketua KPU Nazaruddin Sjamsuddin bahwa dia sebenarnya mengetahui soal dana taktis itu."Bukan cuma Mulyana, tapi juga seluruh staff dan pegawai KPU yang telah bekerja keras mensukseskan Pemilu. Kita harus hormati jangan sampai mereka terseret dalam wacana tindak pidana korupsi," katanya.Saat ditanya, apakah pihaknya akan mendesak KPK agar memeriksa Nazaruddin soal dana taktis, dia menjawab, "Itu kan sudah tugas KPK sebagai penyidik, tidak perlu didesak lagi. Nanti di pengadilan akan kita lihat konsekuensi hukumnya," kata dia.Sementara itu, putri sulul Mulyana, Gina Santyana mengaku kondisi ayahnya saat ini sedang memburuk. "Papa sedang demam dan batuk-batuk tapi asmanya nggak kambuh kok," tegasnya. (umi/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads