Prosesi wukuf dimulai pukul 11.00 waktu Arab Saudi atau 15.00 WIB. Pembacaan ayat suci Alquran jadi pembuka. Kemudian dilanjutkan dengan pembacaan talbiyah bersama-sama. 'Labaik allohuma labaik bergema dari tenda dan Padang Arafah.
Jemaah mendengarkan sambutan wukuf (Triono Wahyu Sudibyo/detikcom) |
Suhu udara berada di angka 43 Celsius. Meski di dalam tenda ada kipas angin dan air cooler, sebagian jemaah memilih berada di luar tenda. Sambutan pertama disampaikan Dubes RI untuk Kerajaan Arab Saudi Agus Maftuh Abegabriel. Agus mengulik kisah Nabi Muhammad SAW di Padang Arafah saat menyampaikan khutbah wada', 1.400 tahun lalu.
Di atas Jabal Rahmah, kata Agus, Nabi memunculkan pernyataan dahsyat untuk kemanusiaan. "Wahai manusia, dengarkan perkataanku. Sesungguhnya aku tidak tahu kemungkinan tidak berjumpa dengan kalian setelah tahun ini. Sungguh darahmu, hartamu, dan kehormatanmu adalah haram (tidak boleh) mengalirkan darah seenaknya atas nama apa pun. Apalagi atas nama pembajakan terhadap teks suci keagamaan sebagaimana terjadi di beberapa negara konflik akhir-akhir ini," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dubes RI untuk Kerajaan Arab Saudi Agus Maftuh Abegebriel (Triono Wahyu Sudibyo/detikcom) |
Sedangkan Menag Lukman dalam sambutan mengatakan berada di Arafah adalah puncak kesadaran setiap umat manusia untuk mengenali siapa dirinya. Karena itu, dia mengenali siapa Tuhannya.
Haji adalah Arafah. Inilah tempat berhenti sejenak dari seluruh aktivitas keduniawian. "Rasulullah berpesan kepada kita untuk merawat persaudaraan. Persaudaraan adalah sesuatu yang mendasar yang oleh Rasulullah dijadikan indikator kemabruran," kata Lukman.
Lukman menjelaskan, ketika ditanya soal tanda kemabruran, Rasulullah menjawab: memberi makan kepada sesama dan menebarkan salam. Makan adalah kebutuhan mendasar, simbol kepedulian sosial.
"Sedangkan menebarkan kedamaian adalah esensi ajaran Islam. Menjadi tugas muslim untuk senantiasa mewujudkannya di lingkungan masing-masing," katanya.
Lukman mengajak jemaah mendoakan, selain untuk diri, seluruh jemaah haji agar mereka bisa melaksanakan seluruh manasik haji dan mencapai kemabruran. Dengan mabrur, harapannya kepekaan sosial di kalangan umat manusia semakin besar. Jemaah juga diminta mendoakan siapa pun di Tanah Air dan di bumi agar mampu meningkatkan kesejahteraan, kepedulian sosial, dan mampu menjaga persaudaraan sesama manusia.
"Setajam apa pun perbedaan di antara kita, jangan sampai mengoyak sisi kemanusiaan kita karena kita diikat persaudaraan sesama manusia," pintanya.
Khusus untuk petugas haji, Lukman memberikan apresiasi setinggi-tingginya. Juga kepada seluruh pimpinan kementerian dan lembaga tinggi negara yang telah berkontribusi luar biasa sehingga penyelenggaraan ibadah haji tahun ini.
"Terima kasih saya yang tidak terhingga. Kita baru setengah perjalanan melaksanakan tugas ini. Setelah Arafah, kita harus mengawal tanggung jawab lainnya sampai seluruh jemaah haji kembali ke Tanah Air," tutupnya.
Setelah magrib atau tengah malam waktu Indonesia, jemaah akan bergeser dari Arafah ke Muzdalifah, yang berjarak 2-4 kilometer. Di sana, jemaah akan singgah untuk selanjutnya bergeser ke Mina. (try/nvl)












































Jemaah mendengarkan sambutan wukuf (Triono Wahyu Sudibyo/detikcom)
Dubes RI untuk Kerajaan Arab Saudi Agus Maftuh Abegebriel (Triono Wahyu Sudibyo/detikcom)