Delapan Anak Asal Sukabumi Positif Terjangkit Polio Liar

Delapan Anak Asal Sukabumi Positif Terjangkit Polio Liar

- detikNews
Sabtu, 14 Mei 2005 16:10 WIB
Jakarta - Penyakit polio terus mengincar anak-anak. Hasil pemeriksaan Laboratorium Bio Farma Bandung yang ditunjuk oleh Depkes untuk memeriksa kasus polio, delapan dari 17 orang anak asal Sukabumi yang menderita lumpuh layu positif mengidap polio. Satu orang dinyatakan negatif sementara sisanya masih dalam pemeriksaan."Lumpuh layu yang menyerupai penyakit polio tidak hanya disebabkan oleh virus polio, namun banyak penyebabnya jadi bukan hanya akibat virus polio. Untuk menentukan penyebab kelumpuhan harus dilakukan melalui pemeriksaan tinja pasien," jelas Kepala Biro Umum dan Humas Depkes Suprijadi dalam siaran pers yang diterima detikcom Sabtu (14/5/2005).Kedelapan penderita polio itu adalah Fr (20 bulan), Fa (48 bulan), Dl (9 bulan) ketiganya warga Dusun Cidadap, Giri Jaya, Cidahu, Al (32 bulan), warga Dusun Ciseke, Giri Jaya, Cidahu, Dar (24 bulan) warga Dusun Cipanengah, Bojong Genteng, Sel (21 bulan) dan Msa (26 bulan), warga dusun Cisaat, Cicurug, Sus (30 bulan) Desa Cipondok, Cicurug, Sukabumi."Sedangkan 9 kasus lumpuh layu lainnya yaitu satu orang atas nama Lut(18 bulan), warga Cidadap, dinyatakan negatip menderita polio, sementara 8 kasus lainnya dalam proses pemeriksaan di Bio Farma Bandung," kata Suprijadi.Selain memeriksa penderita lumpuh layu, Depkes juga memeriksa anak-anak yang yang melakukan kontak dengan penderita polio."Dari 157 anak yang diperiksa, terdapat 22 anak sehat, artinya tidak sakit polio tapi dapat menjadi sumber penularan," ujarnya.Satu penderita positip polio yaitu Sel warga Cicurug pada tanggal 12 Mei 2005, dipindahkan perawatannya dari RSCM Jakarta ke RS Penyakit Infeksi Sulianti Saroso (RSPI) Jakarta, menyusul adanya keresahan warga yang takut polio akan menular pada anak-anak mereka.Sementara itu Depkes telah melakukan upaya pencegahan penularan dengan melakukan ORI (Outbreak Response Imunisasi) di kelurahan Mangga Besar pada tanggal 12 Mei 2005, yaitu memberikan imunisasi polio pada semua anak di bawah lima tahun setelah 72 jam diterima kasus polio positif."Pemda DKI menanggung biaya semua penderita lumpuh layu dengan ketentuan semua penderita harus dirawat sampai adanya hasil pemeriksaan laboratorium. Pemda DKI akan menanggung biaya penderita polio positif sampai 60 hari setelah tanggal kelumpuhan," jelasnya.Selain itu imunisasi massal juga akan dilakukan di dua provinsi lainnya yaitu Jawa Barat, dan Banten pada tanggal 31 Mei 2005 dan 28 Juni 2005. Sasarannya adalah semua anak balita. Kasus lumpuh layu juga ditemukan di Kabupaten Lebak, Banten sebanyak 15 kasus, sementara di Kabupaten Karanganyar, Jateng sebanyak 4 kasus."Sudah dilakukan investigasi dan diambil spesimennya untuk diperiksa di laboratorium guna memastikan penyebab kelumpuhan," demikian Suprijadi. (ddn/)


Berita Terkait