"Dari target sampel sebanyak 315, kita ambil 224. Terus ditemukan formalin pada teri nasi di Pasar Manggis," kata Kasudin KPKP Wachyuni kepada detikcom, Rabu (30/8/2017).
Pengawasan ini juga dilakukan di Pasar Rumput, Pasar Duri Puteran, dan Gelael Tebet. Kerupuk yang mengandung boraks juga ditemukan dalam kegiatan tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk proses selanjutnya, makanan berbahaya itu akan disita oleh pemerintah untuk dimusnahkan. Pedagang yang menjajakannya akan dibina.
"Akan dilakukan pembinaan serta tindakan penarikan produk dan penempelan stiker yang positif maupun negatif," ujarnya.
Selain itu, pedagang harus menandatangani surat pernyataan untuk tidak menjual lagi produk berbahaya itu. Apabila pedagang masih menjajakan makanan tersebut, petugas akan melakukan penyegelan.
Temuan ini pun akan diteruskan kepada Pemprov DKI untuk dilakukan penelusuran terkait asal produk tersebut. (knv/jbr)











































