Bima menyebutkan masih ingin berkonsentrasi menyelesaikan permasalahan di Kota Bogor hingga akhir masa jabatannya. Masa jabatan dia berakhir pada 2019.
"Saat ini pikiran saya, hati saya, jiwa saya, raga saya masih di Kota Bogor. Tidak mungkin saya membagi konsentrasi saya, membagi hati saya, menduakan Bogor itu tidak mungkin sekarang. Saya ingin menyelesaikan tugas-tugas saya di Kota Bogor dengan baik," kata Bima Arya, Rabu (30/8/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya setuju dengan apa yang disampaikan pimpinan PKB dan NasDem, semua masih berproses, tidak boleh saling memaksakan, partai tidak boleh memaksakan. Saya dan Kang Emil tidak boleh memaksakan, semuanya berproses," ucapnya.
"Saya akan segera berkomunikasi dengan Kang Emil dan PAN," imbuh Bima Arya.
Dia pun mengaku ingin menyelesaikan persoalan-persoalan di Kota Bogor hingga akhir jabatannya. Sebab, menurut Bima Arya, hingga saat ini masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan, seperti persoalan kemacetan, infrastruktur, dan persoalan sosial lainnya.
"Belum tentu juga saya akan maju di periode kedua di Bogor, tapi saya ingin berkhidmat sampai di ujung masa jabatan saya semaksimal mungkin. Saya ingin menyelesaikan tugas-tugas saya di Kota Bogor dengan baik," tegas dia.
"Tidak mungkin saya membagi pikiran saya, hati saya, untuk melakukan lobi, komunikasi politik," sambung Bima Arya.
Ridwan Kamil sudah menanggapi soal 'cinta'-nya yang bertepuk tangan karena ditolak Bima Arya. Dia dalam beberapa kali kesempatan memang menyatakan ingin Bima Arya menjadi cawagubnya di Pilgub Jabar.
"Kalau Kang Bima (Arya) nggak bisa (maju Pilgub), saya nggak masalah. Tidak mengubah persepsi dan akan terus komunikasi dengan Bima Arya," tutur Emil, Rabu (30/8). (elz/elz)











































