Inggris dan AS Bantah Mata-matai Rusia
Sabtu, 14 Mei 2005 07:56 WIB
Jakarta - Meski perang dingin sudah berakhir, ketegangan antara Rusia dan Amerika Serikat tetap berlanjut. Rusia menuding AS memata-matai negaranya. Negeri Paman Sam itu pun langsung membantahnya."Tudingan itu sangat salah. Ini menggelikan sekali," ujar Jubir Deplu As, Richard Boucher, seeprti dilansir dari Reuters, Sabtu (14/5/2005).Bantahan yang sama juga dilontarkan pihak Inggris. Mereka menolak distempel telah memata-matai Rusia dengan memakai organisasi medis Merlin. "Pernyataan LSM Merlin bekerja untuk mengawasi kepentingan Rusia sama sekali salah," tulis rilis yang dikeluarkan Kedubes Inggris di Moskow.Sebelumnya, Rusia menuding badan-badan intelijen AS dan Inggris telah melakukan kegiatan spionase. AS dan Inggris dituduh menggunakan LSM pro demokrasi untuk melakukan spionase atas Rusia. Kepala Dinas Keamanan Federal Rusia, Nikolai Patrushev, mengatakan LSM-LSM tersebut telah mengumpulkan sejumlah informasi rahasia. Modusnya, mereka berkedok melakukan program kemanusiaan dan pendidikan di Rusia.
(ton/)











































