Selain memberikan trauma healing, Polwan itu juga mengingatkan warga di kecamatan tersebut agar selalu waspada dan menjaga anak-anaknya yang masih di bawah umur. Pasalnya akhir-akhir ini ulah predator seksual makin marak.
"Kami berikan trauma healing untuk memulihkan kondisi psikologi para korban. Tentunya dengan kejadian ini membuat para korban sedih sehingga perlu adanya trauma healing. Apalagi mereka masih di bawah umur. Selain korban, masyarakat sekitar juga kita sosialisasikan agar tetap mengawasi anak-anaknya," kata Kapolres Bener Meriah AKBP Fahmi Irwan Ramli kepada detikcom Rabu (30/8/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Fahmi berharap agar bocah korban pencabulan itu tetap semangat untuk meraih cita-citanya. Ia juga berharap masyarakat selalu waspada dengan predator seksual.
Sebelumnya diberitakan, enam bocah di Kabupaten Bener Meriah, Aceh, dicabuli tetangganya sendiri berinisial AB (25). Setelah melakukan aksi bejatnya itu, pria itu melarikan diri. Polisi kini sedang memburu AB.
(ams/ams)










































