Angie: Kalau Tolak Perintah Nazaruddin, Dilaporkan ke Mas Ibas

Faiq Hidayat - detikNews
Rabu, 30 Agu 2017 13:59 WIB
Angelina Sondakh/Foto: Agung Pambudhy
Jakarta - Mantan Bendahara Umum Partai Demokrat M Nazaruddin telah mengatur beberapa proyek termasuk Wisma Atlet dan RS Udayana dalam pembahasan di DPR. Apabila anggaran proyek disetujui banggar DPR, maka beberapa partai politik mendapatkan jatah.

"Jadi kalau Nazar sudah mengetahui disetujui, jatah partai yang memutuskan elit. Kalau ada tambahan anggaran wajib dibagi lagi," kata mantan anggota Komisi X DPR Angelina Sondakh bersaksi terdakwa Dudung Purwadi di Pengadilan Tipikor, Jalan Bungur Besar, Jakarta, Rabu (30/8/2017).

Angelina Sondakh yang akrab disapa Angie mengatakan seluruh anggota DPR dari fraksi Demokrat harus mengikuti perintah Nazaruddin. Jika menolak perintah, maka Nazaruddin akan merotasi jabatan kader Demokrat.

"Nazar tahu partai dapat jatah ini, dia suruh langsung tanpa membangkang kader Demokrat. Perintah Nazar kami wajib melaksanakan, nanti kalau tidak bilang kamu digeser sana sini, kalau tidak mau juga dilaporkan ke Mas Ibas," ujar Angie saat ditanya kuasa hukum Dudung mengenai pengaruh Nazaruddin di DPR.

Sementara itu, Angie mengaku pernah bertemu mantan Menpora Andi Mallarangeng dan Nazaruddin di Kemenpora, Jakarta Pusat. Dalam pertemuan tersebut, Andi menyarankan Angie dan Nazaruddin bertemu dengan mantan Sesmenpora Wafid membahas proyek Wisma Atlet.

"Pada tahun 2009 pernah melakukan pertemuan Menpora Andi dihadiri oleh Nazar dan saudara? Ingat pembicaraan tersebut?," tanya jaksa.

"Iya betul, Pak Andi bilang semuanya saya serahkan ke Pak Wafid," jawab Angie.

Angie pun mengaku diminta Nazaruddin untuk membagikan komitmen fee dari proyek tersebut. Pembagian komitmen fee untuk partai dan anggota Komisi X DPR.

"Jadi 2 persen untuk partai, dan 1 persen untuk anggota komisi," ujar Angie.


(fai/fjp)