Pemerintah AS Didesak Minta Maaf atas Pelecehan Qur'an
Sabtu, 14 Mei 2005 00:54 WIB
Jakarta - Siapa menabur angin, dia menuai badai. Pepatah ini tepat menggambarkan tindakan prajurit Amerika Serikat (AS) yang memasukkan Al Qur'an ke dalam toilet. AS didesak minta maaf atas tindakan serdadunya itu."Melecehkan kitab suci Al Qur'an sama dengan melecehkan umat Islam," ujar Rais Syuriah PBNU KH Ma'ruf Amin dalam rilis yang diterima detikcom, Jumat (13/5/2005) malam.Pemerintah AS didesak segera menindak tentara tersebut. "Selain bawahan, pimpinannya juga harus dihukum agar tidak lagi terulang kejadian ini," tukasnya.Tindakan ini untuk membuktikan AS sebagai negara yang bisa menghormati agama yang ada. "Jika pemerintah AS ingin dihormati oleh kaum muslimin maka mereka juga harus menghormati umat Islam," kata Ketua Dewan Syariah Nasional MUI ini.Mantan Ketua Dewan syuro PKB ini berpendapat protes atas tindakan serdadu AS tersebut masih wajar. "Kami meminta mereka tidak terlalu emosional," tandasnya.
(ton/)











































