Ketua MK Kritik Dualisme Kepemimpinan Parpol
Jumat, 13 Mei 2005 19:28 WIB
Solo - Maraknya dualisme kepemimpinan dalam tubuh parpol membuat banyak pihak prihatin. Jika pertikaian terus terjadi maka demokrasi dinilai akan makin mundur."Demokrasi tidak bisa sehat jika tak dibangun oleh tradisi the rule of law," kata Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Jimly Asshiddiqie kepada wartawan di Solo, Jumat (13/5/2005). Adanya konflik itu merupakan bukti AD/ART parpol tidak dilaksanakan. "AD/ART harus dijadikan tradisi. Membuat AD/ART hanya dibaca dalam kongres, ini kan tidak betul," jelas Pakar Hukum Tata Negara ini.Dia pun menyindir para pimpinan Parpol agar jangan bermimpi untuk memimpin negeri jika konflik internal partainya saja tidak bisa teratasi. "Buktikan dulu kemampuan memimpin partai dan memimpin demokrasi the rule of law di internal partainya," tandasnya.Faktor lain yang menyebabkan maraknya konflik partai, menurut Jimly, adanya transisional demokrasi. "Semua lembaga politik saat ini sedang mengalami disorientasi, terutama di lembaga Parpol seperti remaja yang sedang mencari bentuk," ujar dia.
(ton/)











































