Deplu Bantah Diskriminatif Tangani Sandera WNI di Filipina

Deplu Bantah Diskriminatif Tangani Sandera WNI di Filipina

- detikNews
Jumat, 13 Mei 2005 17:59 WIB
Jakarta - Setelah dihujani kritikan, Departemen Luar Negeri (Deplu) jengah juga. Deplu membantah bersikap diskriminatif dalam pembebasan 3 WNI yang disandera di Filipina. Penanganan sandera di negara itu tak ada bedanya dengan upaya membebaskan sandera di Irak."Tingkat upaya keseriusannya tidak ada bedanya sama sekali dengan penanganan kasus sandera di Irak. Tidak ada alasan bagi Deplu untuk diskriminatif terhadap sesama WNI," kata Juru Bicara Deplu Marty Natalegawa, di Kantor Deplu, Jl. Pejambon, Jakarta, Jumat (13/5/2005).Tudingan diskriminatif disampaikan sejumlah fraksi di DPR kepada Deplu. Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) membandingkan penanganan sandera di Filipina dengan sandera di Irak. Tiga WNI hampir 1,5 bulan disandera di Filipina dan belum berhasil dibebeaskan. Sementara sebelumnya Deplu berhasil membebaskan 2 wartawan Metro TV setelah disandera di Irak selama satu minggu.Sedangkan Komisi I DPR mengecam sikap Deplu yang tidak merespons cepat kasus penyanderaan 3 WNI di perairan Filipina. Saat keluarga korban sandera mengadu ke Deplu tentang penyanderaan itu, Deplu justru menjawab mereka sedang sibuk menangani Konferensi Asia Afrika (KAA). Meski hingga kini belum berhasil, Marty membantah Deplu tidak serius mengupayakan pembebasan Erikson Hutagaol, Ahmad Resmiadi dan Yamin Labuso. Menurut Marty, yang jadi kendala dalam pembebasan itu yakni kondisi lapangan yang sulit dicapai."Jangan meragukan kesungguhan kita untuk selesaikan masalah ini. Mohon diapresiasi kerja-kerja kita," kata Marty.Marty juga menyatakan menyambut baik kritikan DPR. Kritikan itu akan dijadikan motivasi agar Deplu lebih keras lagi berupaya membebaskan 3 WNI yang disandera itu. (iy/)


Berita Terkait