Presiden SBY Didesak Batalkan Kunjungan ke AS
Jumat, 13 Mei 2005 17:51 WIB
Jakarta - Buntut pelecehan kitab suci Al Quran yang dilakukan tentara Amerika Serikat (AS) di penjara Guantanamo mulai melebar. Fraksi PPP DPR mengutuk keras tindakan penghinaan terhadap umat Islam tersebut. Sebagai gantinya, mereka mendesak agar Presiden Susilo Bambang Yudhoyono membatalkan kunjungan ke AS, akhir bulan Mei ini."Kunjungan Presiden SBY ke Amerika Serikat dapat dilanjutkan setelah AS secara terbuka meminta maaf kepada umat Islam di seluruh dunia," ujar Sekretaris FPPP Lukman Hakiem saat dihubungi detikcom, Jumat (13/5/2005).Seperti diberitakan majalah Newsweek, interogator AS di penjara Guantanamo meletakkan kopi Al Quran di toilet dan menghancurkan kitab suci itu ke dalam kloset. Tindakan tentara AS itu dimaksudkan untuk melecehkan dan menjatuhkan mental tahanan Afghanistan di penjara tersebut.Terhadap ulah tentara AS tersebut, Fraksi PPP memprotes keras karena dianggap sebagai penghinaan AS terhadap umat Islam. "FPPP meminta agar SBY sebagai Presiden dari mayoritas muslim terbesar di dunia untuk membatalkan kunjungannya ke AS sebagai bentuk penghayatannya terhadap luka yang mendalam bagi umat Islam," serunya.Meski demikian, Lukman mempersilakan SBY mengunjungi AS setelah AS minta maaf dan berjanji tidak akan mengulangi penghinaan tersebut, serta menindak tegas para pelaku penghinaan.
(jon/)











































