Kakak kandung Baharuddin, Taufik, mengatakan adiknya itu sempat menghubunginya pada Senin 28 Agustus 2017 sekitar pukul 10.00 WIB. "Pagi itu masih menghubungi aku nanya kerjaan. Dia bilang kalau sekarang masih jadi manager proyek pembangunan Jembatan Ogan Palembang-Indralaya dan baru ikut Diklat. Tapi setelah itu tidak ada kabar sampai ada yang kasih tahu ditemukan di Cinde," ujar Taufik pada Senin malam.
Mayat Baharuddin ditemukan oleh warga yang melintas sekitar pukul 19.30 WIB dalam keadaan tertelungkup masih menggunakan helm dengan luka bacok di kedua tangan dan 4 tusukan di bagian punggung. Sementara itu, kendaraan dan barang berharga milik korban masih ada di lokasi saat ditemukan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kapolsek Ilir Barat I Kompol Handoko Sanjaya mengatakan menerima laporan adanya penemuan mayat tersebut. "Saat ini sedang melakukan pemeriksaan dan pendalaman. Motifnya masih kami selidiki. Anggota sedang bekerja dan mayat sudah dibawa ke RS Bhayangkara untuk pemeriksaan lebih lanjut," ujarnya singkat. (aan/aan)











































