Pemuda Ciamis Ini Toreh Segudang Prestasi Debat Internasional

Handy Nursatyo - detikNews
Senin, 28 Agu 2017 20:01 WIB
Foto: dok. President University
Jakarta - Muhamad Rizki Nugraha Darma Nagara, pria kelahiran Bandung, 20 tahun silam, telah menorehkan banyak prestasi, terutama di bidang debat. Pria yang akrab disapa Iki itu tercatat sebagai mahasiswa President University Jurusan Hubungan Internasional.

"Memilih jurusan HI karena di President University sebagai jurusan favorit yang masuk top 10 nasional. Saya juga orangnya family oriented, suka ikut event dan sering terjun langsung ke masyarakat. Kata-kata guru saya di jurusan ini berpikir analitis dan kritisnya sangat kuat, bisa cepat belajar, bahasanya pun kuat, dan saya suka sekali bahas isu internasional," ungkap Iki dalam keterangan tertulis dari President University, Senin (28/8/2017).

Iki mengaku ingin sekali menjadi diplomat, kerja di UNHRC, atau aktivis human rights. Iki, yang juga tercatat sebagai Jajaka Kabupaten Ciamis 2014 dan Runner Up Jajaka Jawa Barat 2015, terbilang mahasiswa pintar karena IPK rata-rata 3,8.

Anak bungsu dari lima bersaudara ini juga menorehkan segudang prestasi dalam berbagai kompetisi. Prestasi tersebut antara lain juara I Duta GenRe BKKBN Kabupaten Bekasi 2015, juara I Duta GenRe BKKBN Jawa Barat 2016, TOP 10 Duta GenRe BKKBN Nasional 2016, dan 1RU Mister Teen Indonesia Jawa Barat 2016.

Selain itu Best Delegate GGA UI Model United Nations-UNHCR 2015, Most Outstanding Delegate ALSA Unpad Model United Nations - UNHCR 2016, Most Outstanding Delegate International Bandung Model United Nations - UNHCR 2016, Best Delegate ASEAN Youth General Forum- ASEAN Economy Community UMY 2016, Best Delegate ASEAN Youth General Forum - General Assembly - South China Sea 2016 dan Verbal Commendations - SE UI MUN 2017.

"Sering ikut kompetisi karena saya ingin mengembangkan diri serta membanggakan keluarga, sahabat, dan kampus. Masih muda harus terus menginspirasi. Dan aktif di kompetisi sejauh ini tidak mengganggu kuliah, karena pihak kampus sangat mendukung. Jadi IP tetap tinggi, rata-rata 3,8, hanya turun jadi 3,6 saat saya sakit," ungkap Iki.

Iki memiliki moto hidup 'Dont be afraid before sunset and remember that a great person is not someone who always be the best, but someone who could survive, get up, and face their trouble in their'.

Alumnus SMAN 2 Ciamis tersebut belum lama ini berhasil menjadi juara I IHL Debate Competition 2017 dan Top 10 Best Speaker of IHL Debate Competition 2017 yang diselenggarakan oleh International Committee of Red Cross (ICRC).

Untuk tahun ini kompetisi berlangsung pada 18-20 Agustus dan President University sebagai tuan rumah. Dalam event yang bertema Humanitarian Crisis dan International Humanitarian Law ini, Iki tergabung dalam tim The Flash, yang juga diperkuat oleh Toharu dan Bagas.

"Ada dua tahap kompetisi yang sudah berjalan di tahun ke-9 ini, yaitu tahap nasional dan internasional. Untuk yang kemarin ini tahap nasional yang diikuti jurusan HI se-Indonesia. Persaingan sangat ketat, dengan juara I dan II tidak jauh marginnya, padahal kami persiapan cuma 5 hari latihan. Kami berhasil melawati 4 babak putaran awal, semifinal, dan final," ungkap Iki.

Iki juga punya cita-cita ingin menjadi diplomat RI di Korea Selatan, Senior Business Consultant, kerja di UN (PBB) atau Menteri Luar Negeri. Di kampus Iki juga aktif berorganisasi, antara lain di President University Model United Nations Club, President Ballroom Club, AIESEC President University dan President Research Center for International Studies.

"Belum lama ini saya terpilih menjadi 500 peserta terbaik dari 2.900-an orang se-Asia untuk mengikuti ASIA International MUN (Model United Natios) di Kuala Lumpur. MUN itu semacam lomba simulasi Sidang PBB, di mana setiap orang akan mewakili satu negara untuk menangani suatu kasus. Di sidang tersebut berlangsung debat, lobbying, diplomasi, analisis, research, leadership, dan kita layaknya presiden atau diplomat negaranya," kata Iki.

Di samping keahliannya dalam berdebat, Iki juga memiliki talenta dalam dunia hiburan. Saat duduk di bangku SMP sudah ditawari main film, namun karena sekolah di Ciamis, tawaran itu ditolaknya karena kendala jarak yang jauh.

"Saya sudah menjadi model saat di bangku SMA. Kemudian main di beberapa program TV dan FTV. Sekarang lagi sibuk ikut casting iklan," tuturnya. (ega/nwy)