Proyek LRT di Cikampek Dihentikan Sementara Saat Libur Idul Adha

Proyek LRT di Cikampek Dihentikan Sementara Saat Libur Idul Adha

Yulida Medistiara - detikNews
Senin, 28 Agu 2017 19:51 WIB
Proyek LRT di Cikampek Dihentikan Sementara Saat Libur Idul Adha
Kakorlantas Polri Irjen Royke Lumowa (Foto: dok. Korlantas Polri)
Tegal - Menjelang libur Idul Adha, kepolisian menyiapkan skema-skema untuk mengantisipasi kemacetan lalu lintas di ruas tol Jakarta-Cikampek. Salah satunya menghentikan sementara pembangunan proyek infrastruktur.

Kakorlantas Polri Irjen Royke Lumowa mengatakan proyek infrastruktur di tol Jakarta-Cikampek, seperti LRT dan proyek tol Jakarta Cikampek II (elevated), akan dihentikan sementara. Penghentian aktivitas ini berlaku sejak Kamis (31/8) hingga Minggu (3/9).

"Proyek infrastruktur, LRT, dan lain-lain itu dari seluruh stakeholder, Jasa Marga, Dinas Perhubungan, semua tadi pagi sudah rapat bahwa selama kegiatan Idul Adha dari hari Kamis sampai hari Minggu malam dihentikan, jadi untuk mengurai kemacetan," kata Royke di flyover Klonengan, Tegal, Jawa Tengah, Senin (28/8/2017).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Penghentian aktivitas proyek tersebut untuk menambah kapasitas jalan dan volume kendaraan. Selain itu, truk sumbuk roda tiga juga dilarang melintas di tol Cikampek hingga Brebes. Aturan itu berlaku sejak Kamis (31/8) pukul 12.00 WIB hingga Minggu (3/9).

"Pelarangan untuk truk sumbu tiga juga bagian dari memperbaiki volume kendaraan. Di ruas tol Jakarta-Cikampek, Cipali. Kemudian Cipularang dan hingga Brexit," ujarnya.

Sebelumnya, Asisten Operasi Kapolri Irjen Mochammad Iriawan memperkirakan volume kendaraan meningkat 20 persen dari hari biasa saat libur Idul Adha besok.

Untuk mengantisipasi kemacetan, kepolisian akan melakukan operasi Ramadniya seperti pada Idul Fitri lalu. Polres Bekasi dan Polda Metro Jaya juga akan melakukan back up di Gerbang Tol Cikarang Utama.

"Kalau pengelola tol untuk tetap melakukan seperti operasi Ramadniya kemarin karena dirasakan cukup berhasil sehingga kalau 20 persen naiknya tentu akan lebih berhasil lagi kemarin 40 persen waktu Idul Fitri, itu cukup berhasil. Kalau 20 persen kemungkinan lebih berhasil karena polanya sama," tutur Iriawan.

Tak tertutup kemungkinan nantinya akan ada sistem buka-tutup. Kepolisian juga telah membagi beberapa wilayah antara Polda Jabar dan Jateng agar berkoordinasi terkait buka-tutup arus lalu lintas.

"Termasuk buka-tutup nanti berapa gate yang nggak dibuka dan yang akan ditutup. Kakorlantas sudah membagi ada 4 wilayah di sana, satu wilayah dan keempatnya ada satu orang brigadir jendral yang menunggu di sana, termasuk wasit-wasit yang ada di tempat-tempat sehingga nanti bisa validasi untuk melakukan buka-tutup," ujarnya. (yld/idh)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads