Sungai besar Ciujung, yang melintas di Kabupaten Serang, menghitam diduga karena limbah industri. Selain itu, bau busuk menyengat dari air yang berminyak dan mengakibatkan warga kesulitan air bersih.
"Kemarin mah belum seperti ini. Ini menghitamnya tadi pagi, baunya busuk sama bikin pusing," kata Khatib, warga Kebun Jeruk, saat berbincang dengan detikcom di Tirtayasa, Kabupaten Serang, Senin (28/8/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Khatib mengatakan, bagi warga, khususnya bantaran Sungai Ciujung, seperti Tirtayasa atau Tengkurak, mayoritas warga menggunakan air sungai untuk kebutuhan sehari-hari. Selain untuk tambak ikan, warga kebanyakan bergantung pada air sungai untuk mandi dan mencuci. Karena menghitam, warga kebanyakan membeli air galon untuk mandi.
Air sungai hitam dan bau (Bahtiar Rivai/detikcom) |
Selain Sungai Ciujung di Tirtayasa, yang menjadi langganan pencemaran limbah di Kabupaten Serang adalah Sungai Cidurian di Tanara. Dua sungai ini berdekatan dan memiliki hulu yang sama, yaitu di kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak, Bogor.
Pada Selasa (15/8) dua pekan lalu, Bupati Serang Tatu Chasanah pernah mengatakan pencemaran limbah di dua sungai tersebut menjadi masalah yang sulit diselesaikan. Ia mengatakan banyak industri yang sering membuang limbah di dua sungai tersebut.
"Bukan sering, memang masalah limbah belum selesai di Kabupaten Serang, (khususnya) Ciujung," kata Tatu waktu itu kepada wartawan di Cikande, Serang. (bri/fay)












































Air sungai hitam dan bau (Bahtiar Rivai/detikcom)