DetikNews
Senin 28 Agustus 2017, 17:26 WIB

Sempat Heboh, Kontes Waria di Ogan Ilir Dibatalkan

Raja Adil Siregar - detikNews
Sempat Heboh, Kontes Waria di Ogan Ilir Dibatalkan Selebaran pengumuman kontes waria di Ogan Ilir (dok Istimewa)
Palembang - Warga Kabupaten Ogan Ilir dihebohkan surat edaran kontes waria oleh panitia HUT ke-72 RI dengan rencana peserta puluhan waria. Namun akhirnya kontes ini dibatalkan.

Kontes waria ini sedianya digelar di Tanjung Raja Ogan Ilir, Sumatera Selatan. Dalam surat itu, kontes akan dilangsungkan di lapangan sepakbola di Tanjung Raja dan diikuti puluhan waria. Hadiahnya pun lumayan, total Rp 1,5 juta.

Irwan Mursidi, selaku panitia Kontes Waria di Tanjung Raja, mengatakan beredarnya selebaran kontes waria ini setelah adanya kesepakatan panitia HUT ke-72 RI di Kelurahan Tanjung Raja. Rukun tetangga (RT) di satu kelurahan tersebut menyepakati adanya kontes bersifat hiburan untuk malam pembagian hadiah pada 14 September 2017 itu.

Namun kontes ini berujung kehebohan dan protes. Padahal, menurut Irwan, beberapa tahun lalu di Ogan Ilir pernah dua kali digelar kontes waria tanpa ada protes. Bahkan, pada kontes kali ini, lebih dari 50 waria yang ada di Sumatera Selatan menyatakan ikut serta meramaikan kontes tersebut.

"Ada sekitar 50 ke atas (waria, red) yang kontak saya mau ikut melalui telepon dan WhatsApp. Itu ada dari OKI, Ogan Ilir, bahkan Kota Palembang. Beberapa tahun lalu juga pernah dua kali dilaksanakan karena masyarakat sekitar menganggapnya ini hanya sebagai hiburan, tidak ada maksud lain. Jadi, daripada kami keluyuran nggak jelas kan lebih baik buat kegiatan yang positif ya," ujar Iwan saat dimintai konfirmasi detikcom, Senin (28/8/2017).

Irwan menilai kontes yang akan dilaksanakannya tidak melanggar hukum. Hal ini juga tertuang dalam aturan penilaian bahwa setiap peserta harus menggunakan pakaian yang sopan.

"Acara itu hanya untuk gaun dan kebaya yang sopan, kalau ada peserta yang tidak sopan akan dieliminasi. Karena yang dinilai adalah kerapian dan mengutamakan penampilan, seperti penilaian Puteri Indonesia, yang berpatokan pada gaun dan kebaya," sambungnya.

Sempat Heboh, Kontes Waria di Ogan Ilir DibatalkanPengumuman pembatalan kontes waria di Ogan Ilir. (dok Istimewa)
Akibat beredarnya selebaran surat kontes waria oleh pihak panitia ini, beberapa kalangan masyarakat resah dan meminta kegiatan tersebut dihentikan serta tidak diberi Izin. Hal ini karena dinilai bertentangan dengan nilai-nilai agama dan budaya masyarakat di Ogan Ilir.

Salah satu yang memprotes keras kegiatan tersebut adalah organisasi Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) cabang Ogan Ilir. LDII menilai kontes waria yang akan dilaksanakan akan mencoreng nama baik Ogan Ilir sebagai kota santri.

"Kami masyarakat Ogan Ilir menolak kegiatan kontes waria apa pun alasannya, karena Ogan Ilir ini adalah kota santri. Maka jelas dalam Islam itu tidak diperbolehkan, apalagi sampai meresahkan masyarakat. Tapi jika kegiatan lain, seperti panjat pinang dan lain-lain, silakan," ujar Ketua Cabang LDII Ogan Ilir Suharmawinata.

Atas protes kerasnya itu, LDII meminta pihak terkait, seperti camat, Kapolsek, Danramil, dan lurah, mengambil sikap serta mengadakan diskusi bersama. Alhasil, kegiatan disepakati dibatalkan pada Minggu (27/8) kemarin.

"Saya apresiasi kerja cepat kepolisian, camat, dan pihak-pihak terkait dalam menjawab keresahan masyarakat. Setelah dilakukan diskusi bersama, akhirnya kegiatan ini resmi dibatalkan dan telah dibuat surat edarannya kemarin," cetusnya.

Terakhir, Suharmawinata mengimbau kelompok minoritas ini mengadakan kegiatan-kegiatan yang lebih positif dan tidak bertentangan dengan norma yang ada di Ogan Ilir.
(fay/fay)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed