Keluarga Korban Mei Gelar Peringatan di Eks Yogya Plaza

Keluarga Korban Mei Gelar Peringatan di Eks Yogya Plaza

- detikNews
Jumat, 13 Mei 2005 16:00 WIB
Jakarta - Tujuh tahun sudah berlalu tapi kabut gelap masih menyelimuti tragedi kerusuhan 13-14 Mei 1998. Hingga kini belum terungkap siapa dalang kerusuhan yang menelan korban ribuan jiwa itu. Siang ini, Jumat (13/5/2005) pukul 14.30 WIB, para keluarga korban mengenang peristiwa memilukan itu.Acara peringatan Tujuh Tahun Tragedi Mei ini digelar di bekas Yogya Plaza, bangunan yang terbakar dan menewaskan ratusan orang di dalamnya. Atau, tepatnya, di belakang Mall Klender, pusat perbelanjaan yang dibangun di bekas Yogya Plasa, Jl. I Gusti Ngurah Rai, Klender, Jakarta Timur.Sekitar 200 orang keluarga korban Tragedi 13 Mei hadir dalam acara peringatan ini. Mereka terdiri dari anak-anak, remaja, dan ibu-ibu. Anak-anak dan remaja umumnya memakai busana muslim berupa baju koko dan peci warna putih.Selain renungan, acara ini diisi orasi-orasi dan pembacaan puisi. Dua yang terakhir itu diiringi alunan musik gitar, biola, dan kendang. Selama berlangsung nyaaksi, aktivitas jual beli di Mall Klender berlangsung normal.Dalam orasinya massa yang tergabung dalam Paguyuban Korban dan Keluarga Korban 13-14 Mei 1998 ini menuntut pemerintah mengusut kasus kerusuhan Mei. Mereka mendesak pemerintah mengadili para jenderal yang diduga menjadi dalangnya.Para keluarga korban, yang didampingi Elsam, Aliansi Kemanusian Korban Kekerasan Orde Baru, dan Tim Relawan untuk Kemanusian, juga menuntut pemerintah melakukan upaya-upaya agar peristiwa serupa tidak terulang kembali.Mereka juga menuntut pemerintah memberikan bantuan kepada seluruh korban pelanggaran HAM di Tanah Air. "Kami mendesak pemerintah segera memberikan rehabilitasi kepada seluruh korban pelanggaran HAM di seluruh Indonesia," kata seorang peserta aksi dalam orasinya.Sekitar satu jam acara mengenang tragedi kerusuhan Mei ini digelar. Kemudian massa bergerak menuju ke depan pintu gerbang Mall Klender. Mereka membawa dua rangkaian balon udara yang berisi pernyataan sikap para korban dan keluarga korban. Balon akan dilepas agar masyarakat tahu banyak kasus pelanggaran HAM yang belum diselesaikan. (gtp/)


Berita Terkait