"Terus habis itu saya kan pake jilbab, jilbab saya ditarik-tarik, video pas kejadian dari yang ngerekam sama CCTV juga udah ditangani penyidik ya," kata Fitri di Mapolda Metro Jaya, Jalan Sudirman, Jakarta, Senin (28/8/2017).
Dia mengaku pelipis kirinya luka akibat dipukul pelaku. Bahkan Fitri mengklaim dirinya sempat tuli setelah insiden tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia lantas menceritakan kembali kronologi pengeroyokan tersebut. Perselisihan itu, menurutnya, berawal dari insiden tabrakan mobil. Dia sempat mengajak pelaku menemui pihak kepolisian agar masalah selesai.
"Jadi pada saat itu saya turun dari mobil cekcok mulut, saya bilang, 'Tolong Pak, kita selesaikan di kepolisian saja', pelaku terus cekcok marah-marah sampai akhirnya terjadi pemukulan pengeroyokan," tutur Fitri, yang mengaku sebagai kader muda Partai Golkar.
Pengeroyok Fitri adalah seorang laki-laki berinisial SJP dan seorang wanita berinisial SW. Keduanya ditangkap oleh Ditreskrimum Polda Metro Jaya di Hotel Ibis, Jakarta Utara, pada pukul 10.00 WIB, Jumat (25/8). (knv/idh)










































