"Jadi pertemuan kita itu kita menyampaikan ini loh ada suatu teknologi, misalnya pertanian, kesehatan, maupun kelak energi. Yang perlu kita sampaikan karena sama-sama pemerintah kan. Nah moga-moga kalau itu bisa kita kerjasamakan. Dan dengan sesama pemerintah itu lebih bagus daripada Batan bergerak sendirian. Itu kira-kira intinya," ujar Djarot setelah bertemu dengan Wiranto di Kemenko Polhukam, Jalan Medan Merdeka Barat No 15, Jakarta Pusat, Senin (28/8/2107).
Di bidang pertanian, Djarot menyebut saat ini Batan memproduksi 22 varietas padi yang diproduksi di 3 kantor. Namun Djarot berharap, melalui kementerian terkait, seharusnya itu bisa memviralkan ke-34 provinsi untuk menambah kantor Batan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Wiranto, disebut Djarot, mengapresiasi masukan tersebut. Djarot menyebut, selaku Menko Polhukam, Wiranto akan mempromosikan ide tersebut kepada Presiden.
"Memang beliau mengatakan, 'Nanti kalau saya membutuhkan ada yang saya sampaikan ke Presiden, ya saya akan ajak Anda'. Itu yang penting," terangnya.
Selain itu, Djarot dan Wiranto membahas PLTN. Wiranto, dikatakan Djarot, menyebut masyarakat perlu disosialisasi tentang nuklir atau radiasi yang menakutkan menjadi ramah dan suatu kebutuhan.
"Beliau mengatakan ubahlah persepsi itu dulu, masyarakat. Jangan ujug-ujug. Itu intinya. Jadi itu sesuai dengan kebijakan pemerintah bahwa nuklir atau PLTN itu pilihan terakhir kita ikuti," pungkasnya. (irm/dhn)











































