Ormas Islam Gelar Tablig Akbar Protes Pelecehan Al Qur'an
Jumat, 13 Mei 2005 14:58 WIB
Jakarta - Pelecehan Al Qur'an oleh tentara Amerika Serikat (AS) di penjara Guantanamo menyulut kemarahan ormas Islam. Presiden Bush diminta sujud sungkem alias minta maaf.Protes keras ini mengemuka dalam tablig akbar yang digelar di Masjid Al Azhar, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (13/5/2005).Tablig akbar dihadiri sekitar 150 orang yang tergabung dalam ormas Islam antara lain Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), Front Pembela Islam (FPI), Majelis Mujahidin Indonesia (MMI) dan Gerakan Pemuda Muslim Indonesia (GPMI). Hadirin yang datang tampak antusias mendengarkan ceramah dan seruan dari sejumlah penceramah. Massa tampak mengenakan pakaian baju koko warna putih, ikat pinggang warna hijau serta sorban dan kopiah."Tindakan itu menghina umat Islam secara menyeluruh. Presiden Bush harus minta maaf," seru KH Muhamad Al Khatthath dari HTI ini.Seruan yang sama disampaikan Saleh Mahmud dari FPI. "Kita susun barisan kuatkan Islam. Jangan pernah takut ditangkap dan mati. Jangan ada penzholiman dan pelecehan terhadap Islam," kata dia."Allahu Akbar, Allahu Akbar," teriak hadirin kompak menyambut seruan tersebut.Ormas Islam berencana melakukan aksi unjuk rasa ke Kedubes AS menyampaikan tuntutan serupa pada minggu depan.Seperti diberitakan majalah Newsweek, interogator AS di penjara Guantanamo meletakkan kopi Al Qur'an di toilet dan menghancurkan kitab suci itu ke dalam kloset.Menurut laporan Newsweek beberapa waktu lalu itu, tindakan tentara AS dimaksudkan melecehkan dan menjatuhkan mental tahanan Afghanistan di penjara tersebut.
(aan/)











































