Pengadilan Tipikor: Uang Suap untuk Biaya Umrah Patrialis Akbar

Pengadilan Tipikor: Uang Suap untuk Biaya Umrah Patrialis Akbar

Rina Atriana - detikNews
Senin, 28 Agu 2017 13:17 WIB
Patrialis Akbar (agung/detikcom)
Patrialis Akbar (agung/detikcom)
Jakarta - Pengadilan Tipikor Jakarta memvonis Basuki Hariman 7 tahun penjara. Basuki terbukti menyuap hakim konstitusi Patrialis Akbar, di mana uang itu digunakan untuk biaya umrah Patrialis.

Uang sebesar USD 50 ribu dari Basuki diberikan kepada sekretarisnya, Ng Fenny. Uang lalu jatuh ke tangan kanan Patrialis, Kamaludin. Hakim berkesimpulan, dari total USD 50 ribu yang diberikan kepada Kamaludin, USD 10 ribu di antaranya telah diserahkan kepada Patrialis untuk biaya umrah.

"Selanjutnya USD 10 ribu oleh Kamaludin diberikan kepada Patrialis Akbar untuk biaya umrah," kata hakim Ugo saat membacakan surat putusan di Pengadilan Tipikor, Jl Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Senin (28/8/2017).
Pengadilan Tipikor: Uang Suap untuk Biaya Umrah Patrialis Akbar

Rincian pemberian uang kepada Kamaludin oleh Basuki dan Ng Fenny adalah sebagai berikut:
1. Pada 22 September 2016 di Pacific Place sebesar USD 20 ribu
2. Pada 13 Oktober 2016 di Hotel Mandarin Oriental Jakarta memberikan sebesar USD 10 ribu
3. Pada 23 Desember 2016 sekitar pukul 17.00 WIB di area parkir Plaza Buaran memberikan USD 20 ribu

Uang diberikan terkait penanganan perkara judicial review (JR) UU No 41/2014 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan di MK.

Atas hal itu, Basuki dihukum 7 tahun penjara dan Ng Fenny dihukum 5 tahun penjara. Adapun Patrialis dituntut 12 tahun penjara dan saat ini masih menunggu vonis. (asp/dhn)