detikNews
Senin 28 Agustus 2017, 12:50 WIB

Penyuap Patrialis Akbar Divonis 7 Tahun Penjara

Rina Atriana - detikNews
Penyuap Patrialis Akbar Divonis 7 Tahun Penjara Basuki Hariman (agung/detikcom)
Jakarta - Bos CV Sumber Laut Perkasa Basuki Hariman divonis 7 tahun. Basuki terbukti memberikan suap kepada Patrialis Akbar saat Patrialis menjadi hakim konstitusi.

"Menyatakan terdakwa Basuki Hariman terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana secara bersama dan berlanjut," ujar hakim Nawawi Pamolango saat membacakan surat putusan di Pengadilan Tipikor, Jl Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Senin (28/8/2017).

"Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Basuki Hariman dengan pidana penjara selama 7 tahun dan denda sebesar Rp 400 juta dengan ketentuan apabila tidak dibayar diganti pidana kurungan selam 3 bulan," jelas Nawawi.
Penyuap Patrialis Akbar Divonis 7 Tahun Penjara

Sementara itu sekretaris Basuki, Ng Feny, divonis 5 tahun dan denda Rp 200 juta subsidair 2 bulan kurungan.

Basuki dan Ng Fenny terbukti menyerahkan uang dengan total USD 50 ribu kepada Kamaludin, orang dekat Patrialis. Uang diberikan terkait penanganan perkara judicial review (JR) UU No 41/2014 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan di MK.

Hakim berkesimpulan, dari total USD 50 ribu yang diberikan kepada Kamaludin, USD 10 ribu di antaranya telah diserahkan kepada Patrialis untuk biaya umroh.

"Selanjutnya USD 10 ribu oleh Kamaludin diberikan kepada Patrialis Akbar untuk biaya umroh," kata hakim Ugo.

Rincian pemberian uang kepada Kamaludin oleh Basuki dan Ng Fenny adalah sebagai berikut:
1. Pada 22 September 2016 di Pacific Place sebesar USD 20 ribu
2. Pada 13 Oktober 2016 di Hotel Mandarin Oriental Jakarta memberikan sebesar USD 10 ribu
3. Pada 23 Desember 2016 sekitar pukul 17.00 WIB di area parkir Plaza Buaran memberikan USD 20 ribu.

Meski Basuki bukanlah orang berperkara, namun apabila JR di MK dikabulkan maka Basuki yang merupakan pengusaha impor daging ikut diuntungkan.

"Apabila dihubungkan keterangan yang satu dengan yang lain, pemberian uang tersebut adalah agar Kamaludin membantu mengenalkan Patrilais yang diharpakan Patrialis Akbar dapat membantu penanganan perkara JR di MK," tutur Ugo.

Sedangkan uang Rp 2 miliar yang dalam tuntutan jaksa disebut dijanjikan Basuki untuk Patrialis, dinilai tak terbukti oleh majelis hakim. Majelis berpendapat uang tersebut belum berpindah tangan meski telah ditukarkan dari rupiah ke pecahan SGD.

"Terdakwa tidak berniat untuk memberikan kepada Kamaludin faktanya judicial review tersebut idak dikabulkan, Rp 2 miliar yang telah ditukarkan belum terjadi penyerahan kepada Kamaludin maupun Patrialis Akbar," tutur hakim.

Basuki dan Ng Fenny menyatakan pikir-pikir atas putusan majelis hakim. Basuki dan Ng Fenny terbukti melanggar Pasal 6 ayat 1 huruf a UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 dan Pasal 64 ayat 1 KUHP.
(rna/asp)


Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com