Kekerasan Aparat, Mahasiswa Tuntut Kapolda Papua Dicopot
Jumat, 13 Mei 2005 14:25 WIB
Jakarta - Pencopotan Kasat Samapta dan Kapolresta Jayapura terkait tindakan kekerasan aparat terhadap demonstran dianggap belum cukup. Sekelompok mahasiswa menuntut agar Kapolda Papua Irjen Pol Dodi Sumantiawan juga dikenai sanksi pencopotan.Tuntutan ini diserukan 50-an orang pengunjuk rasa yang menamakan diri Asosiasi Mahasiswa Pegunungan Tengah Papua se-Indonesia. Mereka menggelar aksi di Mabes Polri, Jl. Trunojoyo, Jakarta Selatan, Jumat (13/5/2005) pukul 13.30 WIB.Menurut koordinator aksi, Melianus Tenouye, Kapolda Papua ikut bertanggung jawab atas terjadinya aksi kekerasan aparat terhadap pengunjuk rasa. Karena itu Kapolda Papua juga harus dicopot seperti halnya Kasat Samapta Polres Jayapura AKP Novli Pitoy dan Kapolresta Jayapura AKBP Moch Son Ani. Dalam aksi yang berlangsung sekitar setengah jam ini massa menggelar berbagai poster. Bunyinya, antara lain, "Mengutuk Sikap Brutal Polisi di Jayapura", "Diharapkan kepada Kapolri untuk Segera Mencopot Irjen Pol Dodi Sumantiawan sebagai Kapolda Papua", dan "Dengan Dalil Makar Kita Dikejar, Ditahan, dan Dipukuli".Sebagaimana diberitakan pada Selasa (10/5/2005) lalu terjadi kerusuhan di Jayapura. Kerusuhan ini terjadi menyusul tuntutan hukuman lima tahun penjara atas tersangka perkara makar di Pengadilan Negeri Jayapura. Aparat kepolisian dilaporkan melakukan kekerasan terhadap massa saat menangani unjuk rasa. Akibatnya 18 orang terluka, terdiri dari tujuh anggota polisi dan 11 warga.
(gtp/)











































