"Tertangkapnya terduga pelaku di Cengkareng, Jakarta Barat dengan korban 9 anak menandakan bahwa kejahatan seksual masih terjadi masalah serius," ucap Ketua KPAI Susanto dalam keterangan tertulisnya, Senin (28/9/2017).
Susanto menyebut aksi para pelaku itu biasanya tidak serta merta dilakukan. Mereka, disebut Susanto, melakukan aksinya dengan memberikan berbagai iming-iming yang perlu diwaspadai.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dalam banyak kasus, pelaku tak langsung melancarkan aksinya, tetapi melalui berbagai tahapan. Iming-iming jajanan, mainan, uang bahkan diajak jalan-jalan merupakan modus baru yang sering kali tak terdeteksi sejak awal oleh orang sekitar," ucap Susanto.
Untuk itulah, Susanto meminta agar para orang tua lebih waspada. Deteksi awal dari para orang tua penting agar anak tidak menjadi korban pencabulan.
"Kami meminta orang tua dan orang sekitar agar jeli terhadap gerak gerik pelaku kejahatan seksual terhadap anak," kata Susanto.
Sebelumnya diberitakan, Polsek Cengkareng menangkap AW alias W alias G (29), seorang pria yang diduga sebagai pelaku pencabulan terhadap 9 anak laki-laki di wilayah Cengkareng, Jakarta Barat. Dia memakai modus memberi iming-iming makanan untuk merayu korbannya.
"Modus tersangka adalah mengajak anak-anak dengan mengiming-imingi makanan kemudian mengajak mengantar sekolah. Setelah rumahnya sepi dilakukan kegiatan seksual yang abnormal. Korban saat ini ada sembilan, semua di bawah umur," kata Kapolsek Cengkareng Kompol Agung Budi Leksono di kantornya, Jalan Kamal Raya, Cengkareng, Jakarta Barat, Selasa (22/8). (aik/dhn)










































