Korsel: Tidak Ada Bukti Korut akan Gelar Uji Coba Nuklir
Jumat, 13 Mei 2005 13:26 WIB
Jakarta -
Pemerintah Amerika Serikat menduga bahwa Korea Utara (Korut) tengah bersiap-siap untuk melakukan uji coba nuklir. Namun dugaan tersebut kemungkinan hanya isapan jempol belaka.Setidaknya demikian menurut pimpinan intelijen Korea Selatan (Korsel), Ko Young-Koo. Menurut Kepala Dinas Intelijen Nasional Korsel itu, tidak ada tanda-tanda Korut tengah menyiapkan uji coba atom pertamanya di daerah Kilju. "Korsel dan AS terus mengawasi Kilju tempat Korut telah menggali terowongan untuk tujuan yang tidak diketahui sejak akhir 1990-an silam," ujar Ko pada Komite Intelijen Majelis Nasional Korsel."Namun kami belum mendeteksi tanda-tanda tes nuklir," imbuh Ko seperti diberitakan kantor berita AFP, Jumat (13/5/2005).Menurutnya, intelijen tidak punya informasi konkret untuk mengkonfirmasi berita beberapa media AS mengenai uji coba nuklir di Kilju. Statemen petinggi intelijen Korsel ini berlawanan dengan pernyataan Duta Besar AS untuk Jepang Thomas Schieffer pada Rabu 11 Mei 2005. Dikatakan Schieffer, AS yakin bahwa Korut telah mengambil langkah persiapan untuk menggelar tes nuklir. Sebelumnya, Korsel bersama-sama AS juga telah menyerukan Korut untuk segera kembali ke meja perundingan. Ini perlu untuk menyelamatkan upaya diplomatik dalam menyelesaikan krisis nuklir negeri komunis itu. Enam negara yang terlibat dalam negosiasi nuklir tersebut adalah Korsel, Korut, AS, Jepang, Cina dan Rusia.
(ita/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































