Sebelumnya JK membacakan sajak yang menceritakan perjuangannya mendapatkan Mufidah. Sajak yang berjudul 'Setengah Abad yang Indah' itu dibuat JK khusus untuk Mufidah di Perayaan ulang tahun pernikahannya ke 50.
Mufidah kemudian menyampaikan kenangannya bersama JK usai mendengar sajak dari JK. Dia bercerita bagaimana perjuangan JK mengambil hati dirinya dan orang tuanya yang berlatar belakang budaya Minang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mufidah mengaku dirinya tidak menjual mahal cintanya ke JK. Namun Ia harus memahami kondisi keluarga yang menjaganya karena dirinya anak-anak perempuan satu-satunya.
"Bukannya saya jual mahal, saya juga ada juga rasa sayang dengan dia. Namun karena kondisi keluarga, adik saya semua laki-laki saya sendiri perempuan, jadi paling dijaga dan kalau bisa jangan nikah sama orang lain selain orang Minang," ujar Mufidah.
Foto: SBY dan Jokowi hadiri Ultah Pernikahan Emas JK (Opik-detikcom) |
Orang tua Mufidah kemudian memantau JK yang tengah berusaha mendapatkan anaknya. Ayah Mufidah sempat ragu saat mengetahui ayah JK memiliki istri dua.
"Orang tua saya sudah selidiki siapa dia itu, siapa itu Jusuf Kalla, oh anaknya Pak Haji Kalla, tapi dia (Haji Kalla) kawin lagi punya istri lagi yang kedua. Jadi ayah saya tambah tidak mau, jangan-jangan anak saya disakiti nanti," kenang Mufidah.
Untuk meluluhkan ayahnya, Mufidah mengatakan, JK berjanji akan setia pada dirinya. Perjuangan JK pun diterima oleh Mufidah dan keluarganya hingga akhirnya mereka membina rumah tangga yang sudah berlangsung 50 tahun.
"Tetapi akhirnya dia (JK) berjanji, 'tidak akan ikuti ayah saya karena saya sayang ibu saya' itu kata JK (ke ayah Mufida)," ucapnya. (nvl/rvk)












































Foto: SBY dan Jokowi hadiri Ultah Pernikahan Emas JK (Opik-detikcom)