Da'i Akui Polisi Berlebihan Tangani Demo di Jayapura

Da'i Akui Polisi Berlebihan Tangani Demo di Jayapura

- detikNews
Jumat, 13 Mei 2005 10:26 WIB
Semarang - Insiden kerusuhan di Jayapura mungkin masih akan memakan 'korban'. Setelah Kasat Samapta dan Kapolresta Jayapura dicopot, Mabes Polri mempertimbangkan untuk memberi sanksi pada aparat lainnya karena bertindak berlebihan menangani unjuk rasa.Menurut Kapolri Jenderal Pol Da'i Bachtiar, unjuk rasa yang berakhir dengan kerusuhan di Papua pada Selasa (10/5/2005) pagi itu sebenarnya sudah terbilang anarkis. Pengunjuk rasa mulai lebih dulu melakukan tindakan keras terhadap aparat kepolisian."Namun saya menilai aparat kepolisian terlalu berlebihan dalam menangani para pengunjuk rasa. Terutama setelah bentrokan dimulai," ujar Kapolri sebelum menerima kunjungan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Akpol Semarang, Jl. Sultan Agung, Semarang, Jumat (13/5/2005), Tim dari Mabes Polri saat ini masih memeriksa sejumlah orang terkait tindakan aparat kepolisian yang berlebihan. Ini terjadi saat polisi menangani kerusuhan usai pembacaan tuntutan atas terdakwa Philip Karma dan Yusack Pakage di Pengadilan Negeri Jayapura itu."Sangat mungkin mereka juga menerima sanksi sebagaimana diberikan kepada Kapolres Jayapura," tegas Da'i ambil menjelaskan pencopotan Kapolres Jayapura sebagai bentuk peringatan terhadap aparat kepolisian yang berlebihan dalam menangani unjuk rasa.Sebagaimana diberitakan Mabes Polri telah mencopot Kasat Samapta Polres Jayapura AKP Novli Pitoy dan Kapolresta Jayapura AKBP Moch Son Ani terkait kerusuhan di Jayapura.Kerusuhan berawal ketika berlangsung pembacaan tuntutan di Pengadilan Negeri Abepura Jayapura dengan terdakwa Philip Karma dan Yusack Pakage. Kedua orang ini dituntut lima tahun penjara karena mengkoordinir penaikan bendera Bintang Kejora pada 1 Desember 2004. Namun, seusai sidang, mobil tahanan yang membawa kedua terdakwa dihadang oleh ratusan orang yang berada di dalam halaman gedung pengadilan negeri maupun berada luar halaman. Tiba-tiba terjadi aksi saling lempar antara massa dengan aparat keamanan.Akibat kerusuhan itu, puluhan orang, baik dari massa maupun aparat keamanan, mengalami luka-luka, tiga mobil rusak, serta sejumlah kaca di Gedung PN Abepura pecah akibat lemparan benda keras. (gtp/)


Berita Terkait