Kondisi kabut ini terjadi antara pukul 06.00 dan 07.00 pagi tadi. Hal ini sempat ramai dibicarakan di media sosial. Ditambah pesan berantai soal adanya hujan abu Gunung Merapi. Sebetulnya apa yang terjadi?
Isu:
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebuah artikel berita lama dari sebuah media online yang mengabarkan kondisi Merapi pada 2010 juga ikut tersebar luar. Tak ada waktu pasti dalam artikel tersebut, tapi tertera tanggal 26 Januari. Beberapa yang tak memperhatikannya kemudian resah dan ikut menyebarkan artikel tersebut untuk mempertanyakannya.
Investigasi:
Soal kabar yang beredar di atas, detikcom menghubungi Manajer Pusdalops PD DIY Danang Samsu untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi. Danang menegaskan kondisi Gunung Merapi saat ini normal. Namun memang ada kabut yang menyelimuti beberapa daerah.
"Kondisi Merapi saat ini normal. Kondisi cuaca yang terjadi adalah kabut," kata Danang saat dihubungi detikcom, Sabtu (26/8/2017).
Selanjutnya Danang menyampaikan keterangan resmi sebagai berikut:
Pantauan cuaca 26 Agustus 2017 pukul 06.00-07.00 WIB terlihat seperti kabut menyelimuti wilayah DIY. Dalam waktu yang bersamaan, beredar berita 'Erupsi Merapi Sabtu pukul 00.40 WIB' bersumber dari media online yang mengatasnamakan Antara yang dampaknya telah menimbulkan keresahan/kepanikan di masyarakat DIY.
Terkait dengan info tersebut, kami sampaikan bahwa:
1. Berdasarkan konfirmasi ke BPPTKG DIY, Sabtu, 26 Agustus 2017, kondisi Merapi normal. Kondisi ini sesuai dengan update status Merapi hasil pengamatan 18-24 Agustus 2017 yang menyatakan status Merapi normal.
2. Kondisi cuaca yang terjadi adalah kabut, dibuktikan dengan data-data sebagai berikut:
a. Hasil pengukuran kelembapan udara di Stasiun Geofisika pukul 07.00 WIB 99% dan di Stasiun Klimatologi 96%. Artinya, kandungan uap air di udara sangat tinggi.
b. Hasil pengamatan menunjukkan visibility (jarak pandang) kurang dari 1 km.
c. Terlihat tetesan air di permukaan daun (bukan abu).
d. Laporan pengamatan cuaca di wilayah lain (Sleman bagian utara) memperlihatkan fenomena yang terjadi adalah kabut.
Kabut akan hilang seiring dengan penyinaran matahari yang sampai ke permukaan tanah.
Kesimpulan:
Foto: Hoax or not kabut di Yogyakarta |












































Foto: Hoax or not kabut di Yogyakarta