Peristiwa itu berawal pada pukul 05.00 WIB, Jumat (25/8), ketika 2 polisi yaitu Bripka Dwi Kartika dan Bripka Nila Achmad melihat 3 orang yang mencurigakan di Jalan Sunter, Kemayoran, Jakarta Pusat. Tiga orang itu tampak mengendarai 2 sepeda motor. Ketika polisi berusaha menghentikan ketiganya, 3 orang itu malah tancap gas dan berpencar.
Pistol yang digunakan pelaku (Foto: Bisma Alief/detikcom |
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Karena tembakan peringatan tak digubris, polisi pun mengarahkan tembakan pada kedua pelaku. Sepeda motor mereka pun oleng dan menabrak pot bunga dan gerobak.
Kedua pelaku ketika ditangkap (Foto: dok Istimewa) |
"Pelaku bernama Dedi Setiawan terkena luka tembak di punggung kanan dan pelaku bernama Fauzi Mahardika terkena luka tembak di punggung kiri," tuturnya.
Kedua pelaku langsung dibawa ke RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur untuk mendapat perawatan. Namun, pelaku Dedi nyawanya tidak dapat ditolong dan meninggal di RS Polri.
"Pelaku bernama Dedi Setiawan nyawanya tidak tertolong setelah mendapat penanganan di RS Polri," ucap Suyudi.
Dalam kejadian tersebut, polisi mengamankan sepucuk senjata api revolver dan 5 butir peluru aktif, kunci letter T, 2 buah telepon genggam dan sebuah motor. (bis/dhn)












































Pistol yang digunakan pelaku (Foto: Bisma Alief/detikcom
Kedua pelaku ketika ditangkap (Foto: dok Istimewa)