Bahas Aksi Kebangsaan, Menristekdikti Ajak Rektor Temui Jokowi

Bahas Aksi Kebangsaan, Menristekdikti Ajak Rektor Temui Jokowi

Ray Jordan - detikNews
Jumat, 25 Agu 2017 12:27 WIB
Bahas Aksi Kebangsaan, Menristekdikti Ajak Rektor Temui Jokowi
Menristekdikti ajak rektor temui Jokowi / Foto: Ray Jordan/detikcom
Jakarta - Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi M Nasir menemui Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan, Jakarta. Nasir mengajak para rektor dari berbagai perguruan tinggi se-Indonesia.

Nasir mengatakan, pertemuan itu bentuk kepedulian para rektor terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Nasir menyebut tindakan ini adalah bentuk aksi kebangsaan.

"Para rektor dari seluruh perguruan tinggi Indonesia dari perwakilan barat sampai timur, dalam rangka ingin melakukan tidak hanya deklarasi, tapi juga aksi kebangsaan. Di mana aksi kebangsaan ini bagaimana mewujudkan Negara Kesatuan Republik Indonesia, bagaimana Pancasila sebagai ideologi negara, dan bagaimana Undang-undang Dasar 1945 sebagai dasar negara. Dan semboyan Bhinneka Tunggal Ika lah yang harus kita eratkan mulai dari Aceh sampai Papua," ujar Nasir di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (25/8/2017).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Nasir mengatakan, nantinya sebanyak 2.000 orang rektor perguruan tinggi dari seluruh Indonesia akan berkumpul terkait dengan 'Aksi Kebangsaan' ini. Namun Nasir yakin yang akan berkumpul nanti jumlahnya bisa lebih, mengingat jumlah perguruan tinggi di Indonesia ada sekitar 4.529.

"Karena perguruan tingginya ada 4.529. Baik negeri maupun swasta, Kementerian Agama, maupun Kementerian Ristek Dikti. Kementerian Agama sekitar angka 800-900 lah, sisanya di Kemendiktiristek. Inilah yang harus kita dorong terus," katanya.

Nasir mengatakan, bentuk komitmen kebangsaan itu nanti harus dituangkan dalam pembelajaran dan perilaku. Bahkan masalah kaitan dengan radikalisme, bagaimana kampus agar terhindar dari paham-paham radikalisme.

"Ini harus kita jaga semua. Jangan sampai mahasiswa ada kegiatan kosong diisi mereka-mereka itu. Kita harus, kita isi dengan nilai-nilai kebangsaan itu nanti," katanya.

Nasir menjelaskan, peran pemerintah selalu mengafirmasi seluruh perguruan tinggi. "Kami bekerja sama dengan BNPT, bekerja sama dengan BIN terkait hal-hal yang ada di kampus seluruh Indonesia. Tujuannya adalah kami ingin menjaga Indonesia harus dalam benteng wawasan kebangsaan," jelasnya.

Dalam pertemuan tersebut, Nasir mentgatakan Presiden Jokowi menyampaikan pesan agar 'Aksi Kebangsaan' itu dilakukan. "Presiden akan berikan waktu untuk itu. Tapi di akhir September," katanya. (jor/imk)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads