Belanda Tindak Airline Murah
Jumat, 13 Mei 2005 06:04 WIB
Den Haag - Maskapai penerbangan murah (low cost airline) yang mengadu untung di Belanda, mulai ditindak otoritas penerbangan. Pemicunya: abai keselamatan.Setelah Phuket Air dari Thailand, kini giliran Onur Air maskapai penerbangan murah dari Turki yang kena tebas, 12/5/2005. Otoritas Inspectie Verkeer en Waterstaat/IVW (Inspeksi Perhubungan dan Perairan) mencabut izin penerbangan Onur Air alias dilarang beroperasi di Belanda. Izin Onur Air dicabut menyusul insiden keselamatan yang berulangkali menimpa pesawat-pesawatnya, antara lain tergelincir keluar landasan. Sial, setelah mendapat surat peringatan terakhir dari IVW, salah satu pesawat Onur Air kembali mengalami masalah. Ketika hendak tinggal landas dua hari lalu di Bandara Alanya, Turki, pesawat Onur Air berjenis Airbus mengalami gangguan teknis. Peristiwa ini termonitor IVW di Belanda, yang disusul keluarnya larangan beroperasi.Larangan tersebut untuk sementara berlaku mulai 12/5/2005 hingga 12/6/2005. Dalam masa satu bulan itu Onur Air diberi kesempatan untuk melakukan perbaikan struktural, terutama aspek perawatan pesawat yang menjamin keselamatan para penumpang. IVW akan memperpanjang larangan jika Onur Air belum memenuhi persyaratan itu.Larangan IVW terhadap Onur Air itu menjadi kepala berita di media Belanda. Soalnya saat ini di Turki ada 10.000 turis Belanda yang terlanjur berangkat dengan maskapai itu. Akibat larangan tersebut, penerbangan mereka kembali ke Belanda menjadi terlantar. Selain itu masih ada 25.000 calon penumpang yang siap berangkat melancong ke Turki dengan Onur Air, yang nasibnya menjadi tidak jelas.SerbuanPasar jasa penerbangan di Belanda akhir-akhir ini menjadi sasaran serbuan penerbangan murah dari luar Eropa. Namun inspeksi IVW menemukan, bahwa mereka kebanyakan dinilai abai pada aspek keselamatan penumpang. Gangguan teknis armada kelompok ini secara menyolok meningkat dari 600 kasus menjadi 1.100 kasus dalam setahun, hampir dua kali lipat.Pada akhir April lalu, IVW mencabut sementara izin operasional Phuket Air, hingga maskapai dari Thailand itu memperbaiki diri. Hari ini giliran Onur Air dari Turki yang kena sanksi dan kabarnya pemain lainnya yang menjaja tiket murah meriah, Fly Air, kini masuk daftar yang diawasi ekstra ketat. IVW menyatakan pihaknya sudah mengontak otoritas penerbangan di negara asal agar menertibkan maskapai-maskapai penerbangan murah tersebut. Pihak manajemen Onur Air menilai penjatuhan sanksi itu berbau politik.
(es/)











































