DetikNews
Kamis 24 Agustus 2017, 16:26 WIB

Cerita Fahd Rafiq Ditawari Novel Jadi Justice Collaborator

Aditya Mardiastuti - detikNews
Cerita Fahd Rafiq Ditawari Novel Jadi Justice Collaborator Fahd Rafiq (Agung Pambudhy/detikcom)
Jakarta - Fahd El Fouz alias Fahd A Rafiq mengaku pernah ditawari menjadi justice collaborator (JC) oleh penyidik senior KPK Novel Baswedan. Fahd saat itu dicegah KPK ke luar negeri atas kasus korupsi dana penyesuaian infrastruktur daerah (DPID).

"Pada 2011, saya dicekal KPK kena kasus dana penyesuaian infrastruktur daerah (DPID). Pada saat itu ditawarkan penyidik KPK, ada Pak Novel Baswedan, Bapak Riska Anungta, Bapak Petrus, ditawarkan untuk menjadi justice collaborator," kata Fahd di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Jl Bungur Besar, Jakarta Pusat, Kamis (24/8/2017).

Dengan menjadi JC, Fahd mengaku membongkar kasus korupsi DPID tahun 2010 dan membuka soal korupsi pengadaan Alquran tahun anggaran 2011-2012.

"Kemudian saya buka lagi Alquran itu yang membuka murni saya. Yang membuka Alquran di KPK saya, dan pada saat itu saya sudah minta ditersangkakan oleh pak penyidik," tuturnya.

Fahd menyebut waktu penanganan kedua kasus korupsi itu bersamaan. Karena saat itu Fahd dianggap kooperatif, KPK belum menyidik keterlibatannya dalam perkara lain.

"Pak penyidik karena saya sudah ditahan, tolong karena bulan kejadiannya satu. Kata penyidik saat itu, 'Kalau Pak Fahd sudah kooperatif seperti ini, jujur saat ini Pak Fahd nggak jadi tersangka lain'," ujar Fahd menirukan kata penyidik.

"Terbukti omongan penyidik itu saya dapat surat resmi dari KPK atas nama Fahd El Fouz A Rafiq tidak ada, baik di penyelidikan, penyidikan, maupun tidak ada tersangka lain. Saya sudah dapat surat resmi," tegasnya.

Fahd mengaku surat dari KPK itu dikeluarkan setelah muncul putusan inkrah dari Zulkarnaen Djabar. Dia membantah jika disebut mengulangi perbuatannya setelah dipidana.

"Jadi saya bukan mengulangi kejahatan saya waktu bebas Yang Mulia, ini kejadian di waktu yang sama dan saya minta ditersangkakan. Saya punya 3 surat resmi dari KPK, Deputi Penindakan Warih, kemudian Bapak Ranu 2 kali, bahkan dapat penghargaan karena telah jujur," bebernya.

Fahd mengaku kecewa menjadi tersangka kasus korupsi Alquran. Padahal, sejak pemeriksaan pertama kasus korupsi Alquran, dia sudah meminta ditahan.

"Karena saya sudah tersiksa dengan jabatan saya tersangka, dengan posisi saya sekarang. Bisa diomongin sama orang, 'Itu kan tersangka KPK'. Batin saya sakit, saya minta Saudara Petrus tolong minta ditahan hari ini karena nggak tahan status saya," tuturnya.
(ams/fdn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed